Wednesday, 13 November 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Ribuan Penari Meriahkan Tari Kolosal 1000 Barong

barong 1

Tari Kolosal 1000 Barong tuntas digelar di Kawasan Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, (13/7). Lebih dari 3000 penari barong berpartisipasi dalam perhelatan akbar yang menjadi penutup rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2019 ini.

Berlangsung mulai pukul 14.00 WIB, acara dihadiri Wakil Bupati Kediri, Asisten Deputi Kemenpar RI, Wakil Walikota Bontang Kaltim, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri. Tak hanya dari Kabupaten Kediri, penari barong berasal dari dalam dan luar Jawa Timur, seperti Malang, Madiun, Surabaya, Salatiga, Bandung, dan DKI Jakarta. Banyak pula seniman dari luar Jawa, diantaranya Medan, Lampung, Denpasar, Bontang dan Samarinda.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kediri, saya mengucapkan terima kasih kepada para seniman dan pelaku seni yang telah berpartisipasi dalam tari kolosal ini. Semoga kehadiran delegasi kesenian dari berbagai daerah menjadi sumbangsih kita untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa, sekaligus dapat memberi motivasi kepada Kabupaten Kediri sebagai Bumi Panji,” kata Wabup Kediri Drs. H. Masykuri, MM.

barong 2

Tari Kolosal 1000 Barong didahului dengan pertunjukan Tari Pentul Marucul dan Tari Greget Jaranan Alit. Dilanjutkan dengan Suguh Bapa, pemecut putri yang dirangkai dengan Tiban. Penampilan menarik dan kompak dalam Rampak Ganongan pun kian membius penonton. Disusul dengan atraksi pemecut putra yang mengawali barong.

Tibalah saatnya tari barong yang ditunggu-tunggu. Dari arah utara dan selatan kawasan SLG, ribuan penari barong berjalan dan menari berlenggak-lenggok. Gerakan yang memukau serta kostum yang menarik dengan berbagai macam warna mampu membuat penonton berdecak kagum. Tak ayal, jepretan kamera dan rekaman video menyertai tiap gerak penari barong.

Ketua Paguyuban Seni Jaranan (Pasjar) Hary Pratondo berharap kegiatan ini mampu membangkitkan semangat anak-anak muda untuk mengenal dan melestarikan budaya leluhur.

barong 3

"Meski sekarang arus teknologi demikian deras, juga muncul berbagai kesenian baru dan modern, hendaknya generasi muda tetap mencintai dan mengembangkan kesenian tradisional yang kita miliki agar tetap lestari," katanya. (Kominfo/tee,team,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner