Wednesday, 08 April 2020

Pusat UMKM Kabupaten Kediri Ramaikan Taman Kilisuci Pare

umkm kilisuci 1

Perkembangan luar biasa UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Kabupaten Kediri juga berpengaruh besar terhadap perekonomian, utamanya masyarakat menengah kebawah. Pemerintah Kabupaten Kediri tergerak untuk mendukung penuh akan potensi UMKM yang ada di Kabupaten Kediri, agar meniadi salah satu potensi andalan daerah.

Terlebih muncul kesadaran bahwa UMKM mampu menampilkan jajaran produk lokal khas Kabupaten Kediri. Bila dikelola dan dikemas dengan baik, produk lokal ini bisa meningkatkan Citra Kabupaten Kediri di skala Nasional maupun Internasional. Apalagi menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) atau Pasar Bebas Asean Tahun 2015, maka produk-produk lokal khas daerah harus didorong untuk lebih kreatif dan berkualitas sehingga mampu membendung dan berkompetisi dengan produk-produk dari negara Asean lainnya.

Jumat (5/6) bertempat di Taman Kilisuci tepatnya di Jalan P.B. Sudirman Pare, Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno meresmikan pusat UMKM Kabupaten Kediri. Dalam  Peresmian kali ini sebanyak 26 Kecamatan di Kabupaten Kediri menampilkan produk unggulan masing-masing wilayahnya. Selain stand UMKM dari masing-masing kecamatan, di Taman Kilisuci juga disediakan dan ditata rapi tempat untuk para Penjual Kaki Lima (PKL) yang dahulu berada di depan Masjid An-Nur Pare.

umkm kilisuci 2Dalam sambutanya Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan, keberadaan UMKM dan PKL di Taman Kilisuci dapat menyemarakkan dan meramaikan para pengunjung serta masyarakat yang sedang melepas lelah dan menikmati keindahan taman. Untuk itu kebersihan stand UMKM dan PKL serta sampah hasil aktifitas penjualan jangan sampai mengakibatkan masalah dan mengurangi keindahan taman.

“Selain itu Taman Kilisuci ini berdekatan dengan Masjid An-Nur Pare, sehingga saya juga berharap agar aktifitas di Taman Kilisuci ini berjalan dengan kondusif dan tidak mengganggu ibadah. Perlu diketahui, seluruh hasil retribusi dari PKL akan dikelola oleh Takmir Masjid An-Nur. Nantinya retribusi tersebut akan digunakan untuk perawatan dan pembenahan Masjid.” Tambah dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

Para pelaku UMKM menyambut baik hadirnya pusat UMKM di Pare ini. Lukman, salah satu pemilik UMKM kerajinan Batu Akik dari Kecamatan Badas merasa senang dengan adanya fasilitas berupa pusat UMKM ini. Dalam pandangan Lukman, pusat UMKM merupakan solusi yang tepat guna pengembangan dan peningkatan perekonomian di Kabupaten Kediri.

"Kabupaten Kediri memiliki pasar dan produk-produk yang bagus. Dengan adanya pusat UMKM ini bisa menjadi solusi dan wadah yang tepat. Sehingga dengan UMKM yang terpusat bisa mempermudah dalam akses pasar, tukar informasi, pembinaan, dan tentunya semakin dikenal masyarakat." ujar Lukman.

umkm kilisuci 3Apresiasi positif juga ditunjukan pengunjung Taman Kilisuci Pare, Sutharat salah satu siswa asal negeri Gajah Putih Thailand mengatakan, adanya fasilitas ini menambah lengkap Taman Kilisuci. "Tamannya bersih, hijau, indah ada fasilitas wifi dan sekarang ada pusat oleh-oleh ini.

Bagus sekali ini., apalagi tadi saya mencoba Tahu Takwa dari GTT, enak rasanya. Padahal di Thailand, saya awalnya tidak doyan tahu. Makanan di Kediri enak-enak, saya suka." ujar siswa 17 tahun yang sedang dalam program pertukaran pelajar SMK YP 17 Pare ini kepada tim Kominfo. (KOMINFO)

Comments are now closed for this entry

Liputan UKM

banner