Minggu, 22 Oktober 2017

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Tahun Baru 2015

Dalam rangka menyambut dan memperingati hari yang sangat bersejarah bagi seluruh umat Islam di dunia yaitu hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW. Umat Islam di Kabupaten Kediri mengenang sirah nabi atau sejarah perjalanan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan Agama Islam tersebut dengan berbagai kegiatan mulai dari pengajian, ceramah agama, sedekah kepada anak-anak yatim dan fakir miskin serta kegiatan positif lainnya.

 DSC0853

Semarak dan kegembiraan umat Islam di Kabupaten Kediri dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dapat kita lihat dari berbagai kegiatan yang digelar seperti pengajian, melantunkan Sholawat Nabi dan pembacaan kisah mengenai kelahiran nabi sampai perjalanan beliau dalam memperjuangkan tegaknya Agama Islam. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Musholla, Masjid, Sekolah-sekolah dan Pesantren serta Instansi Pemerintah berlangsung semarak dan penuh suka cita.

Pemkab Kediri juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang pelaksanaanya bertepatan dengan acara siraman rohani bimbingan mental karyawan-karyawati di lingkup Pemkab Kediri yang digelar pada senin (5/1/2015) di Gedung Bagawanta Bhari.

 DSC0863

Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kediri Drs.H.Masykuri,MM mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. yang kebetulan jatuh di awal Tahun Baru 2015 merupakan moment yang tepat dalam kehidupan kita semua untuk melakukan introspeksi diri terhadap segala kesalahan dan kehilafan di Tahun 2014.

“Marilah kita semua dalam mengawali kehidupan Tahun Baru 2015 ini dengan meneladani segala fikiran, ucapan dan tindakan Rosullullah. Jika umat muslim dapat melakukan itu semua maka umat muslim dapat membawa negara pada umumnya dan Kabupaten Kediri menuju masyakarakat yang adil beradab, makmur dan sejahtera,” Ajak Wabup Masykuri.

Sementara itu, Ustadz Abu Muslih yang menyampaikan ceramah pada kegiatan tersebut menyampaikan agar Umat Islam tidak kaget dengan banyaknya aliran-aliran baru yang bermunculan di masyarakat.

“Kita harus bisa memfilter diri dari pengaruh luar seperti ajaran ISIS yang kemarin menantang Panglima TNI, Polri dan Banser. Kita harus sepakat bahwa umat Islam Indonesia menerima asas tunggal Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Harga Mati,” Tandasnya. [KOMINFO]

Comments   

 
0 #1 eso gold ps4 2017-07-27 15:58
Уou've madde some realⅼy gokd pⲟints thеre.
I looкed on the web for moore informatіon about the issue and found
most individuals wіll go along with уour views on tһiѕ website.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Agama dan Tokoh