Antusiasme Warga Tugurejo Menyambut Peringatan 1 Muharam 1438 H

Hujan yang sangat deras tidak menyurutkan semangat masyarakat Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem dalam menggelar kegiatan Bazar untuk menyambut dan memperingati datangnya tanggal 1 Bulan Muharam 1438 H atau Suroan, Jumat malam, (30/9).

TUGREJO 1Kepala Desa Tugurejo Moh. Sobiri dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara Bazar dalam rangka menyambut dan memperingati datangnya tanggal 1 Suro 1438 H. Beliau mengatakan masyarakat Desa Tugurejo yang terdiri dari 3 Dusun yaitu Dusun Loek Songo, Dusun Jeruk dan Dusun Babatan dengan RT sejumlah 39 dan 7 RW. Semua unsur masyarakat turut serta dalam mensukseskan kegiatan ini.

Selain bazar kami juga menggelar kegiatan lain selama 2 hari yaitu Pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Rudy Gareng dari Blitar dan Pentas Seni Tradisional Jaranan "Turonggo Setyo Mudo" milik Desa Tugurejo sendiri. Tutur Sobiri

Masih ada acara lagi yaitu Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim sekitar 25 anak. Untuk acara penutupan Suroan akan kami gelar Campursari Kosro Budoyo Dari Kelurahan Betet Kota Kediri. Kata Moh.Sobiri.

Kegiatan ini memang rutin dan menjadi ritual adat yang wajib kami laksanakan dalam menyambut Bulan Suro tiap tahun. Sehingga bisa kita lihat meskipun hujan deras, masyarakat kami tetap antusias mendukung kegiatan ini. Terutama para ibu-ibu Penggerak PKK Desa Tugurejo. Tutur Moh. Sobiri

TUGUREJO2Karang Taruna Desa Tugurejo juga turut serta dalam kegiatan ini. Aneka produk yang mereka tampilkan adalah hasil kreatifitas mereka sendiri. Seperti kursi empuk yang biasanya terbuat dari spon, tapi mereka mampu membuat dari kain percah yaitu potongan kain sisa dari bahan pakaian. Terang Moh. Sobiri

Tujuan lain dari kegiatan bazar ini adalah tumbuhnya dan peningkatan perekonomian warga. Dengan menampilkan produk-produk terbaik mereka maka tidak menutup kemungkinan akan memperoleh pelanggan atau investor yang akan mendukung usahanya. Sehingga UMKM warga akan tumbuh dan meningkat. Tandas Sobiri

Dalam bazar ini ada sekitar 15 stand yang turut mendukung. Jumlah peserta memang kami batasi hanya sampai RW saja. Ditambah Stand dari PKK, Karang Taruna, Gapoktan Kecamatan Ngasem dan Swasta. Imbuh Sobiri

Jika seluruh RT juga kami ikutkan maka peserta akan terlalu banyak dan membludak. Ini saja sudah memacetkan jalur protokol ke arah PG. Pesantren dan SLG . Jelas Sobiri

TUGUREJO3Produk UMKM Desa Tugurejo yang ditampilkan adalah hasil kerajinan anyaman yang terbuat dari bambu. Seperti tampah, kipas, tompo dan lain lain. Produk-produk ini sudah kami akui sebagai ciri khas Desa Tugurejo. Tambah Moh. Sobiri dengan bangga.

Suasana Bazar Suroan Desa Tugurejo malam itu bertambah ramai setelah hujan reda. Meskipun keadaan lantai stand masih becek masyarakat tetap berdatangan dan berjubel dalam stand bazar.

Apalagi bazar yang dipandu oleh Mbah Karso dari KSTV ini mampu mengocak gelak tawa penonton. Bersama Mbah Karso dengan gayanya yang khas dan joke-joke segar yang dilontarkan menambah semarak suasana Stand Bazar Suroan Desa Tugurejo. (Kominfo)