Unyo Budoyo, Pentas Jaranan Gila

Seni jaranan biasanya berupa jaran kepang diiringi musik gamelan, dan satu yang wajib adalah bakaran kemenyan. Pada suatu puncak penampilan, nantinya para pemain gamelan akan mengalami trance yang aksi ndadinya akan ditunggu-tunggu penonton.

unyo 1

Namun tidak berlaku untuk pentas jaranan yang satu ini. Namanya adalah Unyo Budoyo. Berasal dari Desa Ngadi Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Aksi pentasnya selalu ditunggu penggemar setianya karena dikemas penuh lucu dan penuh humor yang mengocok perut.

Sebagai contoh adalah bila biasanya dalam pentas seni jaranan sesaji kemenyan di atas tungku dan beraksi memakan ayam mentah, dalam pentasnya onyo budoyo justru memilih untuk membakar ayam tersebut dalam bentuk sate.

Sehingga jangan bayangkan bau semerbak saat pentas grup ini karena wangi kemenyan. Yang ada adalah perut menjadi lapar karena menghirup aroma khas bakaran sate, lengkap dengan sambal kacang yang nikmat.

“Kami membuat modifikasi dengan membakar sate ayam di atas tungku saat beraksi. Dimakan pemain jaranan dan dibagikan pula ke penonton. Semua senang, tertawa, dan bahagia,” jelas Basuki Eko Margono, konseptor grup ini kepada Kominfo (20/6).

unyo 2

Selanjutnya adalah digunakannya musik dari bahan bambu guna menggantikan gamelan. Ini ia gunakan guna menambah eksplorasi akan khasanah musik Jawa. Baginya, suara alunan yang berbeda akan menambah variasi dan membuat penonton tidak menjadi monoton.

Pemain yang beraksi ini juga simbah-simbah yang mengenakan kacamata hitam. Beraksi menunggangi kuda kepang terbuat dari anyaman daun kelapa seadanya. Memberikan kesan wong tuo podho edan, kurang gawean podho petakilan. (Orang tua gila kurang kerjaan, kelakuan hiperaktif).

Namun inilah kelucuan yang ditunggu penonton. Pentas penuh humor yang memberikan rasa berbeda akan sebuah pentas jaranan. Bahkan tawaran manggungnya lumayan padat. selain diundang dari desa sekitar, pernah pula grup ini ditanggap event kelas nasional seperti Kelud Volcano Road Run.

Dijelaskan Eko, ide membuat grup ini muncul sekitar tiga tahun lalu. Tujuannya adalah membuat seni ini disukai semua kalangan baik dewasa maupun anak-anak. Sekaligus menghilangkan kesan mistis setiap pementasan seni jaranan.

unyo 3

“Nama unyo budoyo diambil dari Bahasa Jawa kuno yang berarti gila. Disini saya tidak bermaksud merendahkan seni jaranan yang merupakan warisan budaya adi luhung nenek moyang. Mohon jangan salah paham,” ujarnya.

“Namun ini bentuk kreatifitas budaya. Budaya adalah proses olah budi manusia yang akan selalu berkembang. Salah satunya adalah mencari cara agar seni ini tetap menghibur dan tidak saklek pada pakem,” pungkas pria yang juga seorang Kades Ngadi ini. (Kominfo/yda,tj,wk)