Tuesday, 19 March 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Bebas DBD dengan Gasak Jentik

Pembinaan kader jumantik berakhir di Desa Tulungrejo Kecamatan Pare (6/11). Tulungrejo merupakan satu dari enam desa yang masuk nominasi lomba kader jumantik tahun 2018. Sebelumnya Tim Pembina melakukan kunjungan di Desa Wanocatur, Desa Tengger, Desa Blabak, Desa Jemekan dan Desa Banyuanyar.

tulungrejo 1

Mutoin selaku Ketua Pokjanal Kecamatan Pare mengatakan, tiap desa di Kec. Pare mempunyai kader jumantik. Kader-kader ini terdiri dari banyak pihak, mulai dari ibu-ibu PKK hingga pelajar tingkat SD-SMA. “Meski belum 100%, namun gerakan satu rumah satu jumantik terus berjalan. Sosialisasi pun gencar dilakukan di tiap kesempatan, seperti pertemuan PKK, pengajian dan lain sebagainya,” terangnya.

Di Desa Tulungrejo sendiri terdapat 16 kader. Sasaran mereka meliputi warga masyarakat, sekolah/kursusan, basecamp dan kos-kosan. Desa Tulungrejo yang menjadi pusat aktivitas Kampung Inggris beserta ratusan pelajar yang hilir mudik , tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para kader. Belum lagi jumlah penduduk yang relatif padat, yakni 4601 KK atau 15.289 jiwa lebih yang tersebar di lima dusun.

tulungrejo 2

“Jumlah penderita DBD di desa ini pada tahun 2015 ada 11 orang, kemudian meningkat tajam menjadi 43 orang di tahun 2016. Tahun 2017 turun ke angka 26, dan tahun 2018 sampai bulan ini ada 8 penderita. Tentu kita berharap tidak ada peningkatan jumlah penderita DBD,” kata Dwi Umi Jayidah, salah satu kader jumantik.

Visi kader jumantik Desa Tulungrejo adalah setiap warga masyarakat mampu hidup sehat terbebas dari penyakit DBD. Sedangkan misinya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, dan mewujudkan Desa Tulungrejo bebas DBD dengan Gasak Jentik (Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik).

tulungrejo 3

“Beberapa kegiatan yang kami lakukan adalah melapor jika ada kasus, rutin melaksanakan PSN, ikut survey PE (penyelidikan epidemiologi) dan membantu masyarakat memahami dan mencegah DBD,” lanjutnya.

Kerjasama dan koordinasi dengan Puskesmas pun dilakukan para kader. Mereka langsung melapor pada petugas jika ada kasus DBD atau diduga DBD. Begitu juga dengan kegiatan bersama jumantik sekolah, survey jentik berkala, serta penyuluhan baik kelompok maupun perseorangan. (Kominfo/tee,tj,wk)

banner