Monday, 17 December 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Wijaya Kusuma, Konektivitas Selingkar Wilis

Jembatan Wijaya Kusuma, nama tersebut diambil dari nama sebuah bunga yang hanya mekar di malam hari. Bunga Wijaya Kusuma sendiri memiliki nilai keunikan dan sangat dicintai oleh masyarakat. Dengan nama tersebut diharapkan menjadi simbol yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Kediri dan sekitarnya.

Wijaya Kusuma 1Setelah sukses diresmikan oleh 3 Menteri yaitu Sekretaris Kabinet Dr. Ir. Promono Anung Wibowo, MM, Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Republik Indonesia Dr. Ir. M Basoeki Hadimoeljono, M.Sc dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno jembatan yang diberi nama Wijaya Kusuma tersebut dapat langsung digunakan oleh masyarakat (29/5)

Pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Ngadiluwih dengan Mojo yang disertai dengan pelebaran jalan menghubungkan akses jalan nasional yang akan memberi manfaat untuk memperlancar transportasi dari Kota Kediri, Kecamatan Ngadiluwih dan perbatasan Kediri-Tulungagung rencana jalan strategis Nasional Selingkar Wilis. Konektivitas ini akan berdampak secara signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.

Wijaya Kusuma 2Letak jembatan ini sebelah timur berada di Desa Banggle Kecamatan Ngadiluwih dan sisi barat berada di Desa Tambibendo Kecamatan Mojo. Jembatan ini panjangnya 182,84 meter dengan lebar 7 meter carriage way, trotoar kiri dan kanan masing-masing 1 meter.

“Dengan meningkatnya konektivitas wilayah Kabupaten Kediri bagian barat dan timur, tentunya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Kediri,” kata Bupati Kediri saat peresmian.

Sementara itu Seskab Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, MM., merasa gembira karena mimpi untuk membangun jembatan yang menghubungkan Ngadiluwih dan Mojo akhirnya terwujud. “Dulu tidak mudah untuk mengirim hasil kebun, hasil perdagangan dan pertanian ke wilayah timur sungai. Mudah-mudahan pembangunan jembatan ini bisa mengangkat perekonomian yang ada di sekitar Kabupaten Kediri, terutama wilayah barat sungai,” urainya.

Warga sekitar pun juga merasakan manfaatnya dari pembangunan infrastruktur ini, seperti yang diungkapkan oleh Sumanto pedagang bakso asli warga Desa Banggle yang kesehariannya berdagang di sekitar sini. "Dari yang biasanya harus naik tambangan untuk menyeberang atau harus memutar terlebih dahulu sekarang bisa lebih dekat dan mudah. Dengan akses jalan yang semakin lebar ditambah adanya jembatan saya yakin ekonomi warga sekitar semakin meningkat," terangnya. (Kominfo/lks,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner