Saturday, 23 June 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

OSKAB Diharap Bantu Kaum Difabel

Bentuk apresiasi tinggi dari Bupati Kediri kepada para pelajar yang tergabung dalam OSKAB (OSIS Kabupaten) adalah dengan menggelar Safari Ramadhan bersama mereka (28/5). OSKAB kerap terlibat dan ikut serta di setiap kegiatan Pemkab seperti Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1214 tahun 2018. Tugas terbaru dari OSKAB adalah mensurvei para penyandang difabel di wilayah Kabupaten Kediri.

oskab 1

Dimulai pukul 11:00 WIB, kurang lebih 50 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Kediri telah berkumpul di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul. Hadir dalam acara tersebut Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Subur Widono, S.STP, MM, Kabag Kesra Drs. Purwiaji, MM dan para pembina OSKAB.

Dalam sambutannya, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota OSKAB yang telah banyak membantu di setiap kegiatan yang digelar oleh Pemkab Kediri.

oskab 2

Mengenai survei para penyandang difabel, beliau menambahkan agar mereka juga mendata alat-alat atau bantuan apa yang sangat dibutuhkan kaum difabel. Menurut Bupati, sebagian besar para penyandang difabel memiliki keahlian yang dapat dikembangkan. “Dari situlah kita bisa melihat bantuan apa yang cocok bagi mereka. Sebagai contoh mas Sugianto dari Papar yang ahli mengukir, kemudian Muksin dari Badas yang memiliki usaha sablon kaos. Ada pula yang mampu membuat sangkar burung dengan keterbatasan fisik yang dimiliki,” katanya.

"Yang terpenting bagaimana caranya membuat mereka bisa mandiri dengan keahlian yang mereka miliki. Nantinya dengan alat yang kita bantu, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian mereka,” tambah Bupati.

Bertindak sebagai penceramah dalam Safari Ramadhan kali ini adalah Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo, SP. "Jika kamu beriman dan bertaqwa, berhijrahlah di jalan Allah SWT. Jika masih sekolah hijrah tersebut dapat berupa hijrah menjadi orang yang pintar dan berguna bagi nusa bangsa. Jika berada dalam lingkungan yang buruk maka kita harus dapat merubah atau memilih lingkungan yang lebih baik. Jihad itu artinya bersungguh-sungguh, terutama melawan hawa nafsu,” urainya.

oskab 3

Anang Widodo menambahkan, Islam itu tidak boleh menyakiti sesama manusia apalagi sesama orang muslim. “Carilah suatu ibadah yang barokah. Barokah adalah bagaimana kita bisa bermanfaat bagi sesama. Dengan kita mensurvei dan memberikan data kepada Bupati itulah suatu barokah yang merupakan jalan membuat seseorang menjadi lebih baik,” katanya. Dengan amal jariyah yang dilakukan kepada para kaum difabel selama ini, pasti akan membuat mereka bisa hidup lebih baik.

Terakhir Anang berpesan, saat sekolah merupakan masa yang rentan terhadap pengaruh lingkungan apalagi paham-paham yang mengandung kekerasan. “Kita harus dapat berfikir mana yang baik dan yang buruk, dan apakah kita sudah berguna dan membahagian kedua orang tua kita,” pungkas Anang. (Kominfo/lks,fz,tj,wk)

banner