Saturday, 23 June 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Simulasi Bencana di Desa Joho

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri menyelenggarakan simulasi dan sosialisasi mengantisipasi terjadinya bencana. Kegiatan ini diadakan di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Minggu (8/4).

joho 3

Acara tersebut diikuti oleh Plt. Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha, SIP. MSi. beserta tim dan Kades Joho Deddy Saputra serta partisipan dari para warga Desa Joho.

Kegiatan simulasi seperti ini sangat penting karena perlu adanya kesiapsiagaan mengantisipasi terjadinya bencana. Antisipasi tersebut bisa dilatih dan bisa dipersiapkan terlebih dahulu yaitu dalam menangani kejadian yang tidak kita inginkan.

joho 2

Kepada peserta simulasi Randy menekankan perubahan mindset yang harus diubah, dari paradigma tanggap darurat (emergency respon) menjadi pengurangan resiko bencana (Disaster Risk Reduction). “Dari semua jenis bencana, yang tidak mempunyai tanda-tanda terlebih dahulu hanya gempa bumi. Selain itu seperti contoh tanah longsor tentunya ada tanda terlebih dahulu seperti rekahan tanah, dsb. Adapun lainya seperti pohon tumbang bisa kita lihat secara langsung yaitu dahan mulai mengering serta akar lapuk,” ucapnya.

joho 1

“Tentunya dalam hal mengurangi dampak bencana segala sesuatunya bisa kita persiapkan dan antisipasi sebelumnya. Kita sepakat bahwa terjadinya bencana tidak bisa kita tolak, tetapi bisa dicegah dalam pengertian kita sudah mengetahui dan sudah melakukan upaya-upaya antisipasi bencana tesebut. Sehingga dapat meminimalisir jumlah kerugian materi dan jatuhnya korban jiwa,” tambahnya.

joho 4

Kegiatan-kegitan bersifat preventif dilakukan untuk mengurangi resiko akibat bencana. Karena letak geografis Desa Joho yang rawan terjadi bencana seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan puting beliung, diharapkan tim siaga bencana siap mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. “Kita tidak mengharapkan bencana, namun jika hal itu terjadi, para warga tidak hanya bingung atau panik, tapi sudah tanggap dan tangguh mengantisipasinya,” tegasnya. (Kominfo/dn,lks,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner