Sabtu, 16 Desember 2017

Kabupaten Blora “Ngangsu Kaweruh” Penurunan AKI dan AKB.

BLORA 2

Sungguh sangat luar biasa, belajar memang tidak mengenal usia itulah kesan pertama kepada 75 orang Tim Kaji Banding dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Jawa Tengah yang semuanya tergabung dalam SKPD juga tidak ketinggalan Ketua TP-PKK dari 17 Kecamatan di Kabupaten Blora, semua rata-rata ibu-ibu yang paling serunya mereka dari Blora menggunakan 2 buah Bus hanya ingin ngangsu kaweruh (mencari ilmu) di Kabupaten Kediri (6/12).

BLORA 3

Kedatangan Tim disambut dengan ramah oleh Asisten Administrasi Umum Mamiek Amiyati, SH, MH mewakili Ibu Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr.Adi Laksono, MMRS juga Ketua TP.PKK Kabupaten Kediri Hj. Rosyidah Masykuri diwakili dr.Nurwulan Andadari (Kabid Pelayanan & Pembinaan KB dari DP2KBP3A) di Pemdopo Kabupaten Kediri.

Ketua TP PKK Kabupaten Blora juga sebagai Istri dari Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Sri Rahayu Bondan Sukarno didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dr. Henny Indriyanti M.Kes, menyampaikan maksud dan tujuan dari Kaji Banding di Kabupaten Kediri yang pertama untuk menjalin tali silaturohmi “kalau tidak demikian berarti kami belum ke Kediri” kata Sri Rahayu.

BLORA 1

“Alangkah bagusnya ternyata Kebupaten Kediri, dan kami hadir disini bersama rombongan karena sangat tertarik dengan keberhasilan yang ada di Kabupaten Kediri, setelah kita pelajari dan kita lihat dibandingkan dengan Kabupaten yang lain, Kabupaten Kediri sangat berhasil didalam penekanan angka kamatian ibu melahirkan, untuk Blora angka kematian ibu melahirkan sangat tinggi” terangnya.

Dengan mencari dan terus mencari bagaimana kiat-kiat juga inovasi yang dapat diserap dan bisa di terapkan di Blora, “sangat luar biasa, Kabupaten Kediri kalau tidak salah menduduki peringkat/rengking 1 untuk keberhasilan penekanan angka kematian ibu melahirkan” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

BLORA 6

“Harapan saya kepada Tim dari Blora bahwa ini kesempatan kita untuk belajar, khususnya kepada Ibu-Ibu Ketua TP-PKK juga Puskesmas, apa yang menjadi kendala kita dilapangan kita tanyakan bersama, kok iso begitu hebatnya” Kata Sri Rahayu memuji keberhasilan Kabupaten Kediri. Rasa penasaran inilah yang membuat Blora semangat untuk belajar mencari ilmu di Kabupaten Kediri.

Ibu Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Mamiek Amiyati, SH, MH terlebih dahulu mempromosikan icon Kabupaten Kediri yaitu SLG (Simpang Lima Gumul) dijawab “sudah berkunjung” Alhamdulilah ternyata kemegahan SLG juga diakui teman-teman dari Blora. “jadi kalau ingin melihat monument yang megah tidak usah jauh-jauh ke Paris, di Kabupaten Kediri juga ada” promosi Mamiek.

BLORA 4

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kediri mengucapkan selamat datang, kepada Tim dari Kabupaten Blora, semoga selama berada di Kabupaten Kediri bisa memberikan kesan yang mendalam, dengan begini ada keinginan untuk datang lagi dan datang lagi ke Kabupaten Kediri ini sesuai dengan slogan kami yaitu Kediri Lagi” juga termasuk logo Pariwisata Kabupaten Kediri, “kenapa kok Kediri Lagi” karena dengan adanya kata-kata ini diharapkan bisa datang lagi ke Kabupaten Kediri”. terangnya disambut meriah dan ada yang nyeletuk "ooooo begitu too maksudnya".

Diakhir kegiatan selama 2 hari dipersilahkan menikmati keindahan alam yang ada di Kabupaten Kediri, utamanya Gunung Kelud, Kampung Anggrek, Kampung Indian serta wisata religie Geraja Romawi Roma Pohsarang, “perlu kami informasikan bahwa Gunung Kelud merupakan wisata alam terbaik di Wilayah Jawa Timur, dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai wisata alam terbaik, dan juga sebagai wisata andalan Kabupaten Kediri”, jelas Mamiek membacakan sambutan Bupati Kediri.

BLORA

Dikisahkan juga keindahan dan tempat-tempat selfi di sepanjang jalan ke Gunung Kelud, dan masih banyak lagi. “karena memang sebagian tugas kita untuk selalu mempromosikan obyek-obyek wisata di Kabupaten Kediri’ tambahnya. Seperti yang kita ketahui bersama, memang angka kematian ibu dan anak menjadi perhatian khusus bagi kita semua, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan masih menempati urutan pertama.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri sangat berkomitmen dalam upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, dan telah mengalami penurunan secara signifikan, dimana pada tahun 2012 mencapai puncaknya dengan jumlah angka kematian 37 ibu meninggal, 228 bayi meninggal, sehingga pada saat itu menjadi PR khusus dari Kementerian Kesehatan RI.

“sampai dengan hari ini jumlah kematian ibu sudah turun sebanyak 14 orang, dan penurunan ini dapat dicapai karena adanya upaya yang berkelanjutan juga melibatkan lintas sector, lembaga suwasta, lembaga social serta masyarakat secara keseluruhan” peran berbagai elemen ini terlihat dalam suatu kegiatan inovatif GARPU ( Gerakan Peduli Keluarga). Imbuhnya.

BLORA 5

Acara dilanjutkan mendengarkan paparan dari Kepala Kepala Dinas Kesehatan dr.Adi Laksono, MMRS dengan materi “ Upaya Penurunan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kamatian Bayi) di Kabupaten Kediri dan dari TP.PKK Kabupaten Kediri diwakili dr.Nurwulan Andadari (Kabid Pelayanan & Pembinaan KB dari DP2KBP3A) dengan materi “Peran Serta PKK dalam upaya penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Kediri.

Dengan Moderator dr. A. Nugroho, PL Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, tanya jawab berlangsung sangat seru karena masing-masing perwakilan peserta ingin tahu kiat-kiat apa dalam menangani AKI dan AKB. Diakhir acara saling bertukar cindera mata baik dari Kabupaten Kediri maupun Kabupaten Blora. (Kominfo, Yrpd, Ans, Tj,Wk).