Sabtu, 16 Desember 2017

Bangkitlah Menggali Potensimu.

AIDS BUTUH 1

“Ayoooo… Bangkit”, didalam menjalani kehidupan jadilah pribadi yang bijak, ketahui apa yang harus dihindari dan apa yang harus diberikan perhatian penuh. Kesalahan adalah pengalaman hidup, belajarlah darinya. Jangan mencoba tuk menjadi sempurna. Cobalah menjadi teladan bagi sesama. Kita tidak sendirian dalam gelap, jalan kita akan terungkap saat kita bergerak. Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.”

Itulah sekelumit kata-kata bijak untuk membangkitkan semangat bagi mantan atau bekas Wanita Tuna Susila (WTS) yang hari ini (28/11) diadakan pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Kediri Raya ke 38 dalam rangka Pencegahan Penanggulangan HIV dan AIDS di Dusun Sumberdadi RT 18 RW 4 Desa Butuh Kecamatan Kras.

AIDS BUTUH 2

Kegiatan ini diadakan oleh SUAR Indonesia, salah satu lembaga yang mandiri untuk mewujudkan perempuan, anak dan masyarakat marginal yang berdaya, sehat dan bermartabat, sebagai Direktur SUAR Kabupaten Kediri Sanusi, bekerjasama dengan SKPD yang terkait seperti dari Kepolisian, Kemenag, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Bakesbangpol, Satpol PP, BNN dan juga dihadiri ketua Disabiltas Kabupaten Kediri.

Direktur SUAR Sanusi mengatakan bahwa momentum hari ini “sebenarnya masuk didalam 16 hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan”, yang jatuh pada 25 November sampai dengan 10 Desember 2017, dan kurang 3 hari lagi merupakan Hari AIDS Dunia, dalam peringatan Aids ada 2 hal yang harus kita perhatikan “yang pertama adalah diingat-ingat dan yang kedua diingatkan” kata Sanusi.

“Hari ini kita kumpul, ingatlah diluar sana ada orang yang meninggal karena Aids, dan juga diluar sana saudara kita, teman kita ada yang melakukan atau berprilaku yang memungkinkan tertular Aids, dan Momentum yang ketiga sebagai momentum Hak Azasi Manusia”, persoalan HAM ini sebenarnya tidak melakukan diskriminasi terhadap siapapun, artinya kalau didalam UU Kesehatan yairtu semua warga Negara Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Terang Sanusi berapi-api.

AIDS BUTUH 3

“Sering kali orang mendengar namanya pelacuran selalu mengatakan orang hina, dan lain sebagainya sedang tumpuan kesalahan ada pada perempuan, padahal perempuan yang ada disini itu terpaksa menjadi seperti ini, karena banyaknya latar belakang yang membuat mereka menjadi WTS adanya kekuatan untuk mendorong melakukan hal itu seperti dikecewakan oleh laki-laki, karena system, karena ekonomi/kemiskinan, karena dibohongi dan masih banyak lagi factor peyebabnya”. Tembahnya.

Semua kegiatan untuk membangkitkan seperti selogan diatas “Ayoo Bangkit” sebagai salah satu partisipasi dari SUAR, sebagai salah satu bagian kontribusi untuk membangun Negeri ini, memberikan dukungan bagaimana mengatasi persoalan Aids di Kabupaten Kediri bisa diatasi, acara dilanjutkan dengan mendengarkan paparan dari masing-masing SKPD yang tergabung didalam SUAR.

Semua SKPD yang hadir memberikan motivasi untuk bisa bangkit bagi WTS/PSK dan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial juga telah mengadakan berbagai macam pelatihan ketrampilan yang tujuannya supaya bisa bangkit melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuannya dan nanti akan ditampung di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro juga sebagai promosi tugas dari Dinas Kominfo untuk bisa mempromosikan hasil ketrampilan yang dibuat, yang nantinya bisa mendapatkan hasil dari usaha tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan sebagai masyarakat biasa.

AIDS BUTUH 4

Jangan pernah meremehkan kemampuanmu. Jika kamu menyadari betapa kuatnya pikiranmu, kamu tak akan pernah berpikir tuk menyerah. Saat kamu terjatuh, tersenyumlah. Karena orang yang pernah jatuh adalah orang yg sedang berjalan menuju keberhasilan. Apapun yang terjadi, jangan dijadikan beban. Berserah diri sepenuhnya pada Tuhan, dan yakin Tuhan telah merencanakan yg terbaik bagimu. (Kominfo, YRPD, Tj,Wk) #kedirilagihebat.