Thursday, 26 April 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Bangun Sinergitas Tanggulangi Bencana

Kabupaten Kediri memiliki beberapa wilayah yang rawan bencana. Mulai dari gunung berapi, tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, dan kekeringan merupakan bencana yang bisa terjadi kapan saja. Kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana mutlak diperlukan dan dilakukan semua pihak, baik pemerintah, perusahaan/swasta dan masyarakat.

tagana 2

Salah satu wujud sinergitas dalam penanganan bencana di Kabupaten Kediri terlihat dari diselenggarakannya audiensi antara Bupati Kediri dengan Tim Tagana Kabupaten Kediri di Ruang Sekartaji lingkup Pendopo (7/11), yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri dan Plt. Kepala BPBD Kabupaten Kediri. Pada kesempatan tersebut ditekankan pentingnya kerja sama dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Di hadapan seluruh hadirin, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan terima kasih atas kegiatan Tagana selama ini. Beliau pun mengingat besarnya peran Tagana ketika terjadi erupsi Gunung Kelud tahun 2014 silam. “Tugas Tagana membantu tanpa ada keberpihakan, tidak melihat SARA, hanya berpihak pada korban. Ada beberapa yang belum bersertifikat, namun jangan berkecil hati. Yang dilihat adalah bagaimana ia bekerja,” kata Bupati Kediri.

tagana 5

Terkait dengan keberadaan beberapa forum/komunitas dan program di bidang kebencanaan, Bupati Kediri berharap ada sinkronisasi sehingga kegiatan penanggulangan bencana dapat dilaksanakan dengan lebih terpadu. Hal yang sama juga disampaikan Plt. Kepala BPBD Randi Agata Sakaira. Menurutnya, dengan kebersamaan dan sinergitas yang terbangun, tidak akan ada persaingan bahkan pertentangan di lapangan saat menangani bencana.

“Ada Tagana dan Unit Reaksi Cepat (URC) di Kabupaten Kediri. Banyak pula komunitas atau relawan yang bergerak di bidang kebencanaan. Dengan adanya BPBD, kami berharap dapat mengorganisir komunitas-komunitas tersebut sehingga akan menjadi kekuatan atau potensi yang besar dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana,” terang Randi.

Yang tidak kalah penting, tambahnya, adalah mengubah paradigma dari emergency response (ramai pada saat tanggap darurat) menjadi disaster risk reduce (ramai di pengurangan resiko bencana). Artinya bahwa dalam penanggulangan bencana, kita tidak hanya siaga pada saat tanggap darurat, tapi juga bergerak pada waktu pra dan pasca bencana. Dukungan dan peran serta masyarakat sangat penting, karena merekalah yang berhadapan langsung dengan bencana. Berbagai program yang dilaksanakan di bidang kebencanaan adalah untuk membentuk masyarakat tangguh bencana di wilayah Kabupaten Kediri.

tagana 4

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Sugeng Waluyo, SP. MM. mengajak seluruh anggota Tagana untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam penanggulangan bencana. Ia pun menyinggung beberapa wilayah yang rawan bencana di musim penghujan. “Teman-teman Tagana harus proaktif, jangan pasif. Berikan pengertian dan sosialisasi pada masyarakat untuk lebih berhati-hati menyikapi musim hujan. Termasuk bijak dalam mengelola lahan, karena manusia juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya bencana,” pungkasnya. (Kominfo/tee, fz, tj, wk)