Tuesday, 11 December 2018
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Hutan Sehat dan Pariwisata Sehat Menuju Swasti Saba Wiwerda

Kabupaten Kediri menerima kunjungan Tim Verifikasi Nasional Kabupaten Sehat. Selama dua hari, 5-6 Oktober 2017, tim tersebut mengunjungi beberapa wilayah yang menjadi titik pantau guna melakukan penilaian dan kroscek secara langsung terhadap dokumen yang telah dikirimkan. Jika pada hari pertama Tim mengunjungi titik pantau di Kecamatan Pare dan Kecamatan Papar, di hari kedua mereka berkunjung ke beberapa titik pantau di Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Ngancar.

ngancar 8

LMDH Lancar Jaya menjadi tempat pertama yang dikunjungi (6/10). Tim verifikasi nasional didampingi tim verifikasi kabupaten dan kecamatan mendatangi lembaga yang didirikan pada tahun 2005 tersebut. Ketua LMDH Kasiman mengungkapkan saat ini sebanyak 1503 KK tercatat sebagai anggota. Dengan lahan seluas 517 hektar, mereka menanam jagung, cabai dan nanas.

“Nanas merupakan komoditi unggulan dan sejak dulu sudah ada di Ngancar. Masyarakat luas pun mengetahui disini sebagai sentra nanas. Menanam buah ini sangatlah menguntungkan,” terang Kasiman.

Sebagai mitra Perhutani, para anggota juga membantu mengelola hutan diantaranya dalam pembuatan lubang tanam, pemeliharaan dan pengamanan waktu tebang habis. Kemitraan ini yang dirasa banyak mendatangkan manfaat. Tahun 2009, didirikanlah koperasi simpan pinjam yang bertujuan untuk memberi modal pada anggotanya. “Dari sharing produksi kayu, kami dapat memberi dana sosial berupa santunan kepada anak yatim se-Desa Ngancar. Awalnya 50 ribu per anak, namun sekarang bisa 100-150 ribu,” tambah Kasiman.

ngancar 5

Budiman, SH. M.Kes dari Tim Verifikasi Nasional mengapresiasi keberadaan dan kegiatan LMDH Lancar Jaya. Ia mengatakan kunjungan ke Ngancar merupakan verifikasi terhadap tatanan Kawasan Hutan Sehat yang telah diusulkan. Tidak hanya dari aspek kesehatan, kabupaten sehat juga mencakup aspek-aspek lainnya.

“Mungkin orang bertanya, apa hubungan hutan dengan kesehatan. Ketika aspek kesehatan sudah berjalan, maka akan ditingkatkan ke aspek lain seperti lingkungan dan hutan, contohnya pengelolaan sampah, limbah, dan sebagainya. Keberadaan LMDH ini termasuk variabel yang diteliti lagi, untuk menambah nilai kabupaten sehat,” urai Budiman.

ngancar 1

Tim verifikasi kemudian mengunjungi Kampung Anggrek di Perkebunan Sumbersari Petung, Desa Sempu Kecamatan Ngancar. Direktur Sumbersari Petung Ir. Zainuddin, SU menyambut rombongan dengan hangat. Ia menjelaskan bahwa perkebunan merupakan peninggalan zaman Belanda. Beragam tanaman ditanam di lahan seluas kebun 400Ha, seperti tebu, cengkeh dan karet. Sementara anggrek dikelola di lahan seluas 5Ha dan menempati bagian depan perkebunan.

“Spesies-spesies anggrek terbaik adalah dari Indonesia tapi bibit atau tanaman anggrek yang dijual ternyata 80% dari impor. Inilah yang melatarbelakangi kami mulai membuat produksi anggrek, dan tahun 2016 kemarin tempat ini resmi dibuka sebagai tempat wisata,” terang Zainuddin.

ngancar 9

Ia juga menjelaskan bahwa selain memproduksi anggrek, tempat ini diharapkan juga dapat mengedukasi masyarakat, pelajar dan mahasiswa, terutama terkait dengan budidaya anggrek. “Kami mempunyai misi turut berperan serta dalam konservasi anggrek nasional dan dapat mengoleksi anggrek-anggrek yang hampir punah,” lanjutnya.

Terkait dengan perekonomian dan pariwisata, Kampung Anggrek telah bekerjasama dengan masyarakat sekitar yang tergabung dalam Pokdarwis. Baik pasar wisata maupun pujasera yang terdapat dalam Kampung Anggrek, dikelola oleh pokdarwis. “Telah terbentuk juga pasar kampung nanas, banyak yang berjualan dan makin lama makin banyak. Akhirnya mereka membuat paguyuban, kami hanya menyediakan sarananya saja,” lanjut Zainuddin.

ngancar 10

Tim Verifikasi kemudian menyusuri seluruh area Kampung Anggrek, baik greenhouse, swalayan anggrek, area taman hingga pujasera. Pos kesehatan pun tak luput dari perhatian tim. “Salah satu tatanan yang diusulkan adalah Kawasan Pariwisata Sehat. Tugas kami disini adalah untuk memverifikasi, sejauh mana telah terlaksana. Kami lihat kegiatan berjalan dengan baik, begtu juga dengan partisipasi dan dukungan masyarakat. Semoga bisa lebih meningkat lagi,” pungkas Budiman SH. MKes. (Kominfo/tee,yda,tj,wk)

banner