Kamis, 17 Agustus 2017

Kembangkan Potensi Ikan Lele, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ikan lele merupakan ikan konsumsi yang sangat digemari oleh sebagian masyarakat. Rasanya yang gurih jika digoreng dan sedap jika dimasak membuat lengkap menu makanan diatas meja. Dibalik rasanya yang gurih, ternyata lele memiliki kandungan lemak yang rendah dan tingkat protein yang tinggi sehingga sangat cocok untuk segala usia.

ikan 3Prospek besar ikan lele tersebut yang kemudian dilirik bapak Riyadi. Tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Gebyar Mina Lestari, ia memulai usahanya di tahun 2010. Saat ini usaha yang beralamat di Dusun Gebyaran Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan tersebut dalam satu minggu bisa memanen lele sebanyak 2 ton.

Riyadi mengatakan kendala yang dihadapi oleh pembudidaya ikan khususnya lele adalah ketidakstabilan harga. Saat ini perkilo ikan lele harganya Rp. 14.000,-. Para pembudidaya lele harus bisa mencari solusi agar mereka bisa mendapatkan keuntungan dan kesejahteraannya meningkat.

Solusinya agar kita tetap untung adalah dengan membuat pakan lele (pelet) sendiri. Dengan begitu biaya pakan bisa ditekan dan keuntungan yang diperoleh bisa sesuai yang diharapkan,” terangnya.

ikan 2

Hal tersebut tidak luput dari pengamatan Ibu Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno. Pada hari Rabu (2/8) beliau mengunjungi tempat pembesaran ikan lele Pokdakan Gebyar Mina Lestari yang diketuai sendiri oleh Riyadi. Kunjungan tersebut untuk menampung aspirasi terkait kendala yang dihadapi serta solusi yang dibutuhkan untuk kesejahteraan bersama.

“Dalam usaha dan pekerjaan yang harus kita dahulukan adalah niat. Dengan niat yang kuat pasti apa yang kita lakukan bisa mencapai kesuksesan,” tutur beliau.

Menanggapi apa yang telah disampaikan oleh Riyadi, Ibu Bupati memberikan solusi yaitu memanfaatkan apa yang sudah ada seperti mesin pembuat pelet. Tidak tanggung-tanggung Ibu Bupati juga mendatangkan ahli pembuat mesin untuk membantu para pembudidaya ikan. Itu semua dilakukan untuk meningkatkan perekonomian warganya.

ikan 4

Beliau menambahkan pada satu kelompok pembudidaya harus ada yang bisa membuat pakan sendiri dan untuk dipakai sendiri. Antar kelompok pembudidaya ikan pun harus saling bekerja sama, bagaimana membuat pakan lele yang baik.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengubah budidaya lele dari pemakaian kolam beton ke kolam bulat. Selain biayanya yang murah, manajemen pengelolaan kolam bulat juga lebih mudah.

“Kita mulai memakai kolam bulat pada tahun 2013. Kapasitasnya lebih besar daripada kolam beton. Kolam dengan diameter 5m bisa diisi sekitar 12 ribu ekor, sedangkan kalau beton membutuhkan kolam berukuran 5x10 meter,” urainya.

ikan 1Menurutnya potensi ikan lele di Kabupaten Kediri sangat besar, dalam setahun mencapai 10 juta ton. Guna meningkatkan produksi lele, para pembudidaya juga diminta untuk mengembangkan pakan lokal. Mereka dikumpulkan untuk merumuskan bersama pembuatan pakan, mulai dari bahan baku, proses pembuatan dan sebagainya.

“Mengapa pakan lokal? Karena harga lele untuk konsumsi tidak bisa dinaikkan secara signifikan. Sehingga untuk menambah keuntungan, yang dilakukan adalah dengan membuat pakan yang nilainya lebih murah,” lanjut Nur Hafid.

Tiap bulan juga diadakan pertemuan antar Pokdakan untuk diberi motivasi dan penyuluhan tentang bagaimana budidaya ikan yang baik. “Kami juga menyampaikan bahwa kedepan akan ada sertifikasi cara budidaya ikan yang baik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Peluang ekspor ikan budidaya dari Indonesia masih tinggi, dan yang dibutuhkan adalah sertifikasi tersebut,” pungkas Nur Hafid. (Kominfo/tee,lks,wk)

Add comment


Security code
Refresh