Kamis, 17 Agustus 2017

Pelajar SMP Tampilkan Kreatifitasnya pada Pekan Budaya dan Pariwisata 2017

Perhelatan Pekan Budaya dan Pariwisata – Festival Panji Nasional memasuki hari kelima (21/7). Masih sama dengan hari-hari sebelumnya, animo masyarakat begitu tinggi untuk mengunjungi agenda tahunan Pemkab Kediri ini. Mulai dibuka pukul 10:00 WIB, tak henti masyarakat berdatangan untuk melihat pameran, menikmati hiburan atau mengunjungi stan-stan.

batik smp 2Salah satu stan yang dikunjungi adalah stan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Aneka ragam produk yang dipajang begitu menarik perhatian. Sebagian besar merupakan karya murid-murid SMP di wilayah Kabupaten Kediri yang terbagi dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah garment yang terdiri dari kain batik, sarung bantal sofa dan kaos Kediri Lagi. Bermacam-macam motif dan warna terlihat apik, baik untuk kain batik maupun kaos. Tidak hanya kreasi para pelajar, beberapa diantaranya merupakan hasil karya para guru seni budaya SMP di wilayah Kabupaten Kediri

Yang kedua adalah kategori makanan minuman, meliputi olahan buah, seperti sirup markisa, manisan belimbing, sari buah mangga dan sebagainya. Sementara kategori ketiga adalah handycraft, meliputi aplikasi mozaik, seni sorder dan cor fiber. Ketiganya menggunakan kayu sebagai bahan baku, dan produk yang dihasilkan pun variatif, seperti ukiran singa, wayang dan pemandangan

batik smp 3Penanggung jawab stand Ety Setyo Asih, S.Pd. mengungkapkan, diikutsertakannya hasil karya para siswa pada pameran ini adalah sebagai bentuk apresiasi sekaligus memotivasi mereka untuk berkreasi dan melestarikan seni budaya bangsa. Tak hanya dipamerkan di stan Dinas Pendidikan, beberapa karya juga dipajang di Zona Kampung Peradaban, yaitu seni rupa topeng panji

“Tahun ini belum semua sekolah menampilkan karya anak didik mereka. Semoga event-event berikutnya bisa menjadi ajang pameran kreasi murid-murid se-Kabupaten Kediri, sehingga mereka tetap semangat dalam berkarya,” ujar guru seni dan budaya SMP 2 Gurah tersebut. Di sekolah, perempuan berhijab ini sendiri yang mengajarkan seni membatik kepada murid-murid.

batik smp 1Yang menarik, di stan Dinas Pendidikan itu juga terdapat alat membatik berupa canting, malam dan bentangan kain. Para pengunjung bisa praktek membatik sambil melihat-lihat produk yang dipamerkan. Ditanya tentang transaksi selama pameran, Ety menjelaskan bahwa banyak produk yang telah laku, pesanan pun datang dari beberapa pengunjung. Yang paling banyak diminati adalah batik.

“Meski hasilnya bisa dibilang sederhana tapi pengunjung suka. Terutama mereka yang mencari batik "handmade", dalam arti murni batik tulis tanpa campuran cap atau printing. Anak-anak memang diajari batik tulis, jadi asli hasil guratan tangan mereka. Ternyata justru itulah yang dicari,” kata Ety dengan tersenyum.(kominfo/lks,ans,wk)

Add comment


Security code
Refresh