Jumat, 21 Juli 2017

Meningkatkan Kerjasama Di Bidang Pendidikan, menekan Angka Putus Sekolah

Bertempat di Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, diselenggarakan acara Halal Bi Halal dan Pembinaan Aparatur Sipil Negara Keluarga Besar Kemenag Kabupaten Kediri. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (11/7) tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Drs. Syamsul Bahri, M.Pd.I, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Kepala Kemenag Kab. Kediri Suryat, M.Pd.I, segenap pejabat struktural maupun fungsional serta ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kab. Kediri.

kemenag 3Dalam sambutannya, Kepala Kemenang Kabupaten Kediri Suryat, M.Pd.I mengucapkan selamat datang kepada seluruh hadirin dan berterima kasih atas kebersamaan dan kekompakan seluruh ASN di lingkungan Kemenag Kab. Kediri.

“Masih di bulan Syawal, atas nama pribadi dan institusi, saya mohon maaf dan mengucapkan "Minal 'Aidin Wal Faizin Wal Maghfurin Wal Maqbulin", Taqabbalallahu minna wa minkum wa taqabbal ya karim. Pada kesempatan yang baik ini, kami harapkan tausiyah dan pembinaan dari Bapak Kakanwil, juga sambutan dan pengarahan dari Ibu Bupati Kediri,” kata Suryat.

Di hadapan seluruh hadirin, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan kenaikan jumlah jamaah haji dari Kabupaten Kediri sebanyak 300 orang. “Tahun ini jumlahnya lebih dari 1000 orang. Dari jumlah tersebut, ada yang ikut KBIH dan ada yang tidak. Yang tidak ikut KBIH inilah menjadi kewajiban kami untuk ikut memberikan pembinaan, terutama non ritual haji,” tutur beliau.

kemenag 2

Pembinaan dilaksanakan pada Jumat pertama tiap bulan, agar para jamaah bisa saling mengenal, baik teman seregu maupun sekamar. Terlebih sebagian besar dari calon jamaah haji telah berusia lanjut.

“Selain pembinaan, selama beberapa tahun kita juga membebaskan biaya pemberangkatan dari Kediri ke asrama haji. Kita juga menyediakan petugas pengangkut koper, jadi para jamaah tinggal menaruh dan sudah ada di bandara. Akan lebih baik jika para jamaah nanti memberi tips pada mereka,” terang Bupati sambil tersenyum.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kediri juga menyinggung peraturan Menteri Pendidikan yang mengatur jumlah siswa dalam 1 kelas/rombel, yaitu sejumlah 32 anak. Di sisi lain, masih terdapat kekurangan guru dan moratorium PNS pun masih berlaku. “Semua anak harus kita pikirkan, termasuk dalam hal pendidikannya. Untuk itu saya berharap agar MI, MTs dan MA juga dapat menerima siswa baru yang belum tercover di sekolah negeri. Peningkatan mutu tentu saja harus dilakukan, baik oleh sekolah maupun guru. Kita semua berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang masih buta huruf,” tegas beliau.

kemenag 1Meski masih dikaji ulang, menurut Bupati Haryanti untuk saat ini Kabupaten Kediri masih belum siap melaksanakan program sekolah lima hari. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya kondisi perekonomian masyarakat, dimana ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan yaitu untuk uang saku anak. Yang kedua, tidak semua tempat ibadah di sekolah bisa mengcover semua murid. Yang ketiga, tidak semua sekolah swasta mempunyai tempat belajar yang memadai. Diantaranya bahkan harus meminjam sekolah (SD atau SMP) untuk pelaksanaan belajar mengajar. “Saat ini kami belum siap, yang penting kurikulum tetap kita laksanakan sesuai peraturan Mendikbud,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menekankan pentingnya persatuan. Di tengah permasalahan bangsa dan ancaman perpecahan, tak ada jalan lain selain memperkokoh persatuan dan kesatuan. “Kita bisa merdeka karena kerjasama dan persatuan semua suku bangsa dan golongan. Pertahankan Indonesia supaya tetap solid, NKRI harga mati,” tegas beliau yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin. (Kominfo/tee, lk, wk)

Add comment


Security code
Refresh