Selasa, 25 Juli 2017

Istighfar Membawa Kondusifitas Sebuah Daerah

Bertempat di Gedung Bagawanta Bhari, Pemkab Kediri menyelenggarakan Pertemuan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakatdengan Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno. Acara silaturrahmi yang dilaksanakan pada Rabu (14/6) tersebut dihadiri pula oleh Wabup Kediri Drs. H. Masykuri, MM., para Kepala Perangkat Daerah serta ratusan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

tokoh 3

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa, yang sudah kita lalui hampir dua pertiganya. Bersama Bapak Masykuri, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin atas segala dukungan dan partisipasinya dalam pembangunan Kabupaten Kediri,” kata dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengawali sambutannya.

Menurut Bupati Kediri, tanpa kerjasama yang baik dari seluruh lapisan masyarakat, pembangunan di Kabupaten Kediri tidak akan berjalan maksimal. Tanpa dukungan masyarakat pula, tidak akan bisa tercipta situasi yang aman dan kondusif.

tokoh 2

“Mohon doa dari seluruh hadirin, semoga Kabupaten Kediri terhindar dari bencana, rakyat bertambah makmur, berkarakter baik dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala apa yang telah didapatkan. Mudah-mudahan silaturrahmi yang telah terjalin selama ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan menuju ketahanan sosial kemasyarakatan yang berkelanjutan,” lanjut beliau.

Bertindak sebagai penceramah pada Rabu sore tersebut, KH Maksum dari Kecamatan Ngadiluwih. Di hadapan seluruh hadirin, beliau menyebutkan bahwa umat muslim telah memasuki hari ke-19 bulan suci Ramadhan yang masuk pada fase kedua bulan Ramadhan. Fase pertama atau 10 hari pertama adalah identik dengan rahmat Allah SWT. Kemudian di 10 hari kedua, Allah membukakan pintu maghfiroh atau ampunan yang seluas-luasnya.

tokoh 4

“Semua manusia pasti mengharapkan ampunan Allah SWT karena dalam kehidupan pasti banyak kekurangan, baik dari segi ibadah maupunperilaku. Rasanya sulit kalau ibadah kita dikatakan sempurna. Perilaku kita pun sulit dikatakan bersih dari kerusakan dan maksiat. Untuk itulah kita selalu mengharapkan pengampunan Allah SWT,” lanjutnya.

Untuk itulah beliau mengajak untuk tidak menyia-nyiakan ibadah di 10 hari kedua bulan Ramadhan. “Dengan istighfar yang kita baca setiap hari, selain mendapat maghfiroh dari Allah, juga akan membawa kondusifitas dalam sebuah daerah. Kita punya keyakinan, selama kita terus istighfar kepada Allah, maka Allah akan memberikan keselamatan pada kita semua. Lebih-lebih kepada para tokoh yg hadir disini, jangan lupa beristighfar minimal tiga kali,” ajaknya.

tokoh 1

“Dampak positif ketika membaca istighfar sungguh luar biasa, in sha Allah diberi aman, damai, sentausa, mengarah pada sebuah bahasa di Al Quran, yaitu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dengan para tokoh yang selalu beristighfar, mudah-mudahan Kabupaten Kediri tetap aman, damai dan sentausa,” pungkas KH Maksum. (Kominfo/tee, fz, wk)

Add comment


Security code
Refresh