Jumat, 21 Juli 2017

Bekerja Keras Sesuai Nurani dan Berorientasi Pada Hasil

Sebanyak 18 orang Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian di Lingkungan Pemkab Kediri menerima SK pengangkatan menjadi CPNS. Kedelapan belas orang tersebut menerima SK secara langsung dari Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno di Ruang Rapat Bupati pada Senin (12/6).

sk ppl 2Kepala Badan Kepegawaian Daerah Joko Suwono, S.Sos, MAP menjelaskan, terdapat 76 orang THL-TB Penyuluh Pertanian di Kabupaten Kediri, yang rata-rata mulai bekerja sejak tahun 2007, 2008 dan 2009. Tahun 2016 lalu, dilakukan seleksi THL-TB untuk diangkat menjadi CPNS, dimana salah satu persyaratannya adalah usia peserta yang tidak lebih dari 35 tahun pada 5 September 2016. Setelah melakukan tes dengan metode Computer Assisted Test (CAT), hasilnya delapan belas orang THL-TB Penyuluh Pertanian dinyatakan lolos.

“Terhitung tanggal 1 Juli 2017 teman-teman THL-TB Penyuluh Pertanian ini diakui statusnya sebagai CPNS Pemkab Kediri. Sebagai rangkaian dari proses pengangkatan CPNS, dilakukan pembinaan pegawai untuk memberikan pembekalan pengetahuan administrasi pemerintahan dan disiplin pegawai, sehingga mereka dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai CPNS dan tupoksinya sebagai Penyuluh Pertanian,” terang Joko.

sk ppl 3Menurut Joko Suwono, pembekalan ini juga merupakan upaya untuk membangun komitmen terutama terkait dengan kinerja dan disiplin. Seorang PNS terikat dengan aturan, larangan maupun kewajiban. “Harus ada perubahan pola pikir dan komitmen harus dibangun sejak awal. Kalau ada yang tidak siap dengan kondisi, aturan ataupun kebijakan, boleh mengundurkan diri,” tegasnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengingatkan agar seluruh THL-TB Penyuluh Pertanian bersyukur karena telah ditetapkan sebagai CPNS. Masih banyak THL-TB yang tidak bisa diangkat menjadi pegawai meski masa kerja mereka jauh lebih lama. Semua harus mentaati aturan dan bekerja dengan maksimal serta penuh tanggung jawab.

sk ppl 1“Bekerja harus sesuai dengan nurani, bukan hanya menghabiskan uang sesuai aturan SPJ, tapi pikirkan juga apa dan bagaimana hasilnya. Pikirkan masyarakat, apalagi penyuluh pertanian ini bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tekan Bupati. Beliau juga berpesan agar mereka memperhatikan dan membantu meningkatkan perekonomian para petani.

Di tempat yang sama,Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan,Ir. Widodo Imam Santoso MAB,menyampaikan harapannya bahwa status CPNS yang kini disandang THL-TB penyuluh pertanian dapat meningkatkan kinerja mereka. “Setelah menerima SK maka mereka harus mulai berkerja di masing-masing,Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP). Kedepan diharapkan 18 orang ini bisa menambah kekuatan kita untuk mendukung program-program pertanian dan mencapai target yang telah ditentukan,” pungkasnya. (Kominfo/tee, lks, wk)

Add comment


Security code
Refresh