Selasa, 25 Juli 2017

Gula Semut, Lembut dan Kaya Manfaat

Mungkin di antara kita masih banyak yang belum mengenal gula merah dari tebu. Padahal di Kabupaten Kediri ada salah satu pengusaha gula merah yang sudah puluhan tahun menekuni usaha ini. Keuntungan yang dihasilkan pun dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar dan para petani tebu yang menginginkan usaha alternatif seperti ini.

gula merah 1Namanya Suyanto, warga Dusun Sumberpetung Desa Adan-adan Kecamatan Gurah. Usaha yang dilakoni oleh Pak Suyanto ini merupakan usaha turun temurun dari kakeknya, kemudian bapak dan pada tahun 1995 giliran pak Suyanto yang meneruskan usaha ini.

Awalnya ia hanya memproduksi gula merah batok saja untuk memenuhi kebutuhan gula merah di sekitar Kediri. Dengan berjalannya waktu, inspirasi dan inovasi baru dalam mengolah gula merah ikut berkembang. Sekarang, bapak dua anak ini sudah mampu membuat empat varian produksi gula merah, yaitu Gula Batok, Gula Garuk, Gula Koin dan Gula Semut.

gula merah 2Dengan kesuksesan yang telah diraihnya, beliau tidak pelit untuk menularkan ilmunya ke warga sekitar. Melalui pelatihan Peningkatan Kualitas Gula Merah yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri selama 3 hari di rumahnya sendiri, Pak Suyanto dengan gamblang menjelaskan proses mulai awal hingga akhir pembuatan gula merah kepada 45 peserta.

Hari pertama peserta sudah mendapatkan teori yang cukup, kemudian hari kedua (23/5) para peserta diajak untuk terjun langsung ke tempat produksi gula merah miliknya. Para peserta juga ikut mempraktekannya sendiri. Panasnya uap hasil dari rebusan tebu tersebut tidak menciutkan semangat para peserta.

gula merah 3Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Ir. Didi Eko Tjahjono, MM saat menyaksikan pelatihan ini mengatakan,”Pelatihan Pembuatan Gula Merah ini merupakan salah satu program dari Ibu Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, untuk menumbuhkembangkan industri kecil gula merah.

Tujuan dan manfaat bagi masyarakat adalah dengan pelatihan ini mereka bisa tahu proses pembuatan gula merah. Setelah tahu dan mengenal proses hingga bagaimana pemasarannya, masyarakat bisa membuat dan mengembangkannya di rumah masing-masing.

Harapan saya kedepannya Kabupaten Kediri bisa menjadi sentra industri gula merah, utamanya Gula Semut seperti yang sudah ditekuni oleh Pak Suyanto. Kenapa saya menekankan untuk gula semut, karena permintaan pasar akan gula semut semakin meningkat. Saat ini saja Pak Suyanto sudah mendapat pesanan dan mengirim gula ke luar pulau seperti Padang Sumatera Barat, sebanyak 600 Kg. Harganya pun jika dibandingkan dengan jenis gula-gula lainnya bisa dua kali lipatnya.

“Saya menghimbau kepada para peserta, agar bisa dengan serius mengikuti pelatihan ini untuk bekal mereka meningkatkan perekonomiannya secara mandiri,” terangnya.

gula merah 4Di akhir acara Pak Suyanto menjelaskan bahwa usaha pengolahan gula merah ini menjanjikan keuntungan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga. “Bagaimana tidak, mulai dari bahan dasarnya sangat melimpah ada di wilayah Kabupaten Kediri. Tidak itu saja, limbahnya seperti sepah tebu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Jika ada gula merah yang hasilnya tak sempurna seperti gula garuk, bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kecap yang juga sudah saya produksi sendiri dengan merk Kecap Sere. Jika membutuhkan produk-produk saya bisa menghubungi no telp. 085748878111/081359688887.

“Saat ini yang menjadi produksi unggulan saya adalah gula semut, karena selain permintaan pasar semakin meningkat harganya 2 kali lipat dibandingkan gula-gula biasa yaitu Rp. 18.000,- per Kg. Manfaatnya pun juga banyak, bisa diseduh sebagai minuman sehari-hari dicampur dengan daun jeruk nipis, kopi, teh dan jahe. Khasiatnya bagi penderita diabet dapat menetralkan penyakit tersebut,” kata pak Suyanto. (Kominfo/lks,tee,wk)

Add comment


Security code
Refresh