Sabtu, 16 Desember 2017

Kripik Pisang “Eny’s, Laris Manis menjelang Ramadhan.

Menjelang bulan Ramadhan atau bulan Puasa, tentunya pengeluaran makin bertambah, hal ini berdampak pada UMKM Kripik Pisang “Eny’s” warga Dusun Ngasinan Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Olehan kripik pisang ini sangat laris apalagi menjelang Lebaran tiba.

ENIS 1

Eny sebagai pemilik UMKM Kripik pisang “Eny’s” mengatakan awal mula saya usaha ini sekitar 7 tahun yang lalu, pertama saya ikut bergabung dengan Kelompok Tania tau Poktan, setelah itu ikut Kelompok Wanita Tania atau KWT yang di prakarsai oleh Nuryati juga sebagai Perangkat Desa Pagung. Kata Eny saat ditemui Tim Kominfo (22/5).

Selain itu juga saya juga bergabung dengan Koperasi Wanita atau Kopwan, mulai dari sinilah saya bertekat ingin memiliki usaha sendiri seperti keinginan Bu Nuryati yang sangat gencar membantu warganya yang belum punya penghasilan untuk bisa mengolah hasil potensi yang ada di sekitar kita. Ini semua untuk kesejahteraan warganya. Kata Eny.

Karena saya sudah bergabung dengan Kopwan akhirnya saya mendapatkan kredit lunak, sebagai modal utama saya membuat kripik pisang, untuk pembinaan dan pengawasan juga motivasi untuk tidak patah semangat atau menyerah dari Wanita Pelopor kebanggaan Kabupaten Kediri ini. Katanya dengan bangga.

ENIS 2

Sedikit demi sedikit, mencoba segala macam jenis pisang yang bisa dibuat kripik tanpa bahan pengawet, cita, rasa, original, aroma khas pisang ternyata pisang yang bisa kita gunakan kripik hanya pisang Rojonongko, karena kita memilih pisang Rojonongko disamping pisang ini mudah didapat di Desa-Desa juga ukuran pisang yang besar dan panjang, kalua digorengpun tidak membuat minyak menjadi hitam. Terangnya.

Lebih lanjut dikatakan kalua pisang kapok disamping pada minyak hitam harganyapun mahal, saya mendapat semua bahan ini hanya dari Kelompok Tani di Dusun Ngasinan ini, bisa kita lihat bila kita mengiris pisang Rojonongko memanjang hasilnya sesuai dengan keinginan kita, cantic bentuknya panjang juga gurih.

Kami juga bisa membuat sesuai selera pemesan atau pembeli bisa ingin kripik pisang model bundar dan kadang ada yang pesan di beri gula kita juga bisa membuatkan, apalagi menjelang Puasa dan Lebaran seperti sekarang ini, pesanan dari pelanggan sudah kita stok dan kita catat.

ENIS 3

Dalam 1 hari pada hari-hari biasa saya bisa menjual 5 – 7 Kg, jadi untuk 1 tundun pisang Rojonongko bisa menghadilkan kripik sekitar 5 kg. yang banyak dan laku keras dipasaran kripik dengan isiran panjang dengan rasa Original, tenaga kerjapun kami dibantu dengan suami juga saudara-saudara, bila pesanan banyak baru kita merekrut tetangga sekitar rumah. Terangnya.

Nuryati merasa sangat bangga bahwa binaannya sudah bisa mandiri, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi tetangganya, dari Kopwan disamping kridit lunak kita juga membuatkan gerobak untuk bisa menjual produknya atau menata produknya di rumah, ini juga kita berikan keringanan untuk kridit se ringan mungkin. Jelas wanita pelopor ini.

Kalua untuk pemasaran selain sering ikut pameran-pameran untuk di wilayah Kediri saja kita sudah kewalahan, dengan harga yang tidak terlalu mahal untuk kripik pisang bisa kita jual curah atau tanpa kemasan bisa juga kita jual dengan kemasan 1 kg kita jual 40 ribu, pastinya sangat murah bukan bisa untuk pendamping minum the atau kopi sambal bercengkrama dengan keluarga. Kata Nuryati

Monggo bagi anda yang penasaran dan ingin menikmati kripik asli Ngasinan silahkan hubungi Bu Eny Dusun Ngasinan Desa Pagung Kecamatan Semen HP. 081 335 596 430 atau bisa ke saya Bu Nuryati Hp. 085 73 500 6000. Lanjut Nuryati sambal promosi (Kominfo, YRPD, LKS, WK).

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM