Jumat, 21 Juli 2017

Pemuda Kreatif Yang Cinta Kesenian Tradisional Jaranan

Kesenian tradisional seperti jaranan sekarang ini semakin diminati oleh sebagian besar masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak hanya orang-orang tua, kawula muda pun banyak yang gandrung dengan kesenian ini. Di setiap pementasannya pasti penonton berjubel mendengarkan merdunya musik gamelan yang mengiringi tarian jaranan tersebut.

mahmud 1

Ada seorang pemuda bernama Mahmud Septian Avrizal (24) asli warga Desa Paron Kecamatan Ngasem yang sangat mencintai kesenian ini, bahkan dia menjadi pemain jaranan di desanya. Dengan dasar tersebut, dia mulai membuat pernak pernik jaranan yang diawalinya pada tanggal 13 Pebruari 2017 tepat saat Gunung Kelud meletus.

Dibawah guyuran hujan pasir Kelud, Mahmud mendapat pesanan 50 biji gantungan kunci pecut yang harus segera dikirim ke Kalimantan. Dibantu oleh adik dan orang tuanya, dalam waktu singkat ia mampu menyelesaikannya.

mahmud 2

Anak pertama dari pasangan Djaenuri dan Zulaikah ini termasuk tulang punggung keluarga. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kediri. Hasil dari berjualan aksesoris jaranan ini mampu mencukupi kebutuhan keluarga bahkan mampu membiayai kuliahnya sendiri dan sekolah adiknya.

Saat ditemui dirumahnya Kamis (4/5), Mahmud mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu ditambah dengan jiwa seni yang dimiliki dan bakat mengukir, ia mulai mengembangkan sayap dengan membuat topeng ganongan dan barongan. Sebuah kios aksesoris sederhana pun sudah ia buka dirumah neneknya yang buka setiap hari dari pagi hingga malam hari.

“Harga aksesoris yang dijual disini mulai dari Rp. 10.000,- untuk gantungan pecut hingga harga 3,5 juta untuk barongan. Bagi yang membutuhkan satu set kelengkapan jaranan disini juga sudah tersedia, harganya pun bervariasi. Yang saat ini belum bisa saya buat hanyalah alat musik gamelan, tapi suatu saat saya pasti akan belajar membuatnya. jika ingin memesan topeng ganongan dan barongan bisa menghubungi 085736028993,” jelasnya.

mahmud 3

“Harapan saya, para pemuda Kabupaten Kediri bisa ikut melestarikan kesenian ini agar tidak hilang oleh kesenian-kesenian modern yang semakin merajalela. Semoga dengan produk-produk yang saya buat ini, kesenian jaranan asli Kabupaten Kediri bisa terus bangkit dan bisa dikenal oleh mancanegara seperti Reog Ponorogo,”terangnya.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Ir. Adi Suwignyo, M.Si menyatakan “Dengan adanya pemuda yang peduli terhadap seni dan budaya, bukan hanya sebagai pemain tetapi juga mampu memproduksi kerajinan topeng, pecut dan atribut kesenian jaranan lainnya. Kedepan saya harapkan dapat dikembangkan agar produk jaranan asli Kabupaten Kediri ini dapat mendunia”(kominfo/lks, wk)

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM