Selasa, 25 Juli 2017
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Sumirin, Penangkar Bibit Pisang TW Desa Sambirobyong

Usaha pertanian bidang buah dan sayur kini semakin digemari masyarakat. Bagaimana tidak, dari usaha ini ternyata bisa meraup rupiah yang lebih besar daripada tanaman komoditi seperti beras dan jagung.

SumirinSalah satunya adalah Sumirin, kakek yang berasal dari Desa Sambirobyong Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri yang sudah berpuluh tahun menekuni usaha pertanian. Bahkan juga mengenal usaha pupuk organik. Namun peruntungannya mulai berubah ketika mencoba budidaya bibit buah pisang mulai tahun 2014.

Sumirin bercerita awalnya diajak Yusuf Wibisono dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri untuk pelatihan penangkaran bibit pisang, khususnya varietas pisang Taiwan atau sering disebut pisang TW.

Setelah dicoba ternyata prospeknya bagus karena permintaan akan pisang TW ini banyak. Terlebih jenis pisang TW kini menjadi idola baru karena ketika berbuah cukup banyak.

"Biasanya untuk rehabilitasi lahan misal kemarin di lereng Kelud sebanyak 5000 bibit. Juga di lereng Wilis sekitar 2000 bibit. Bahkan dari luar Kediri juga kami layani," terang pria berkacamata ini.

PISANG

Kini setiap bulan Sumirin menghasilkan sekitar 2000 bibit pisang. Harga perbibitnya dihargai Rp. 10.000,-.

"Sangat berprospek untuk ditanam sendiri maupun untuk usaha bibit. Karena berapapun bibit yang ada pasti diserap pasar," tuturnya.

"Kalau ditanam juga menguntungkan karena setelah tiga bulan sudah panen dan dihargai 100 ribu satu tandan. Apalagi pisang kan tidak mengenal musim, perawatannya pun sangat mudah serta tahan hama," imbuh Sumirin.(Kominfo/yda,tee,wk)

Add comment


Security code
Refresh