Kamis, 20 Juli 2017

Belajar, Kunci Sukses Imron Membudidayakan Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram merupakan salah satu budididaya yang cukup banyak digemari. Minat masyarakat untuk mengonsumsinya pun tinggi, apalagi varian olahan jamur sangat beragam seperti jamur crispy, sate jamur, botok, sop, oseng-oseng dan lain sebagainya.

JAMUR SENDANG 5

Di Kabupaten Kediri cukup banyak pembudidaya jamur tiram, satu diantaranya adalah Imron Hamzah dari Desa Sendang Kecamatan Banyakan. Ia memulai usaha budidaya tiram 3 tahun lalu.

Awalnya Imron ingin beternak ayam, kandang sudah jadi namun ia urung beternak. Pria 29 tahun ini kemudian memutar otak agar kandang yang ia buat tak sia-sia. Jamur tiram kemudian menjadi pilihan, bangunan yang awalnya untuk kandang dijadikan kumbung, yaitu tempat menumbuhkan jamur.

JAMUR SENDANG 2

Kepada Tim Kominfo yang menemuinya (10/3), Imron menceritakan proses budidaya jamur. “Tahap pertama membuat media tanam jamur, mas. Bahannya serbuk gergaji dicampur bekatul, kapur dan sedikit jagung. Media ini dikomposkan dulu, ditutup selama 3-7 hari. Setelah itu dimasukkan plastik berbentuk seperti botol (baglog), kasih ring di leher plastik. Baglog-baglog yang sudah siap kemudian disterilisasi,” kata Imron

JAMUR SENDANG 3

Untuk tahap sterilisasi, Imron menggunakan drum yang dapat memuat puluhan baglog. Drum tersebut ditutup rapat dan dibakar selama 6-7 jam. Selanjutnya adalah proses inokulasi atau pembibitan. Diperlukan ruang yang steril dan minim sirkulasi udara untuk mengurangi potensi masuknya kuman yang dapat mengkontaminasi baglog.

Tahap berikutnya adalah inkubasi, yakni masa dari pembibitan hingga tumbuhnya miselium. Waktu yang dibutuhkan sekitar 25-30 hari ketika miselium sudah tumbuh setengah hingga memenuhi baglog. “Saat itulah baglog sudah bisa dipindah ke kumbung untuk proses pertumbuhan jamur. Kumbung sendiri harus tertutup, mas. Tidak boleh kena sinar matahari atau terpaan angin kencang,” jelas Imron sambil menunjukkan kumbung buatannya.

JAMUR SENDANG 4

Di dalam ruangan yang berukuran 12x4 m tersebut, terlihat rak-rak dibuat bertingkat untuk tempat menyusun baglog. Sebagian besar baglog telah ditumbuhi jamur, beberapa siap dipanen.

Dibantu 8 orang karyawan, saat ini Imron mampu memanen 30kg jamur per hari. Itupun bisa lebih jika Imron menerima jamur dari petani lain. “Sehari bisa sampai 1 kwintal mas, saya jual 13ribu/kg,” lanjut Imron.

Untuk pemasaran, Imron mengirim jamur ke Kediri, kabupaten/kota sekitar hingga Surabaya. Baglog buatannya juga dikirim untuk memenuhi permintaan pasar Nganjuk dan Tulungagung. Ia pun sudah memiliki jaringan pengusaha-pengusaha kuliner yang memanfaatkan jamur sebagai bahan utamanya. Mengikuti trend saat ini, Imron memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran jamur. “Saya promokan lewat Facebook, saya tergabung di grup Kuliner Kediri Raya dan Jamur Tiram Indonesia,” katanya.

JAMUR SENDANG 1

Imron bersyukur usahanya membuahkan hasil. Tak hanya laku di pasaran, lewat budidaya jamur ia juga dapat memberdayakan warga sekitar. Ia pun tak segan membagi ilmu mulai budidaya hingga cara-cara pengolahan jamur.

“Kunci sukses sebuah usaha adalah belajar. Saya banyak bertanya pada mereka-mereka yang lebih dulu membudidayakan jamur. Gagal itu biasa, tapi harus terus mencoba. Satu lagi, internet. Tidak hanya mendapatkan info seputar jamur, internet juga media yang efektif untuk pemasaran,” ungkap Imron.

Bagi Anda yang ingin menginginkan jamur atau baglog jamur, bisa menghubungi:

Imron Hamzah

Desa Sendang Kecamatan Banyakan

HP. 082310151054

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM