Kamis, 27 April 2017
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Penghargaan Untuk Kabupaten Kediri Dalam Kegiatan Keluarga Berencana

Kegiatan rapat kerja daerah ( rakerda ) BKKBN propinsi Jawa Timur telah diadakan pada tanggal 21 – 22 Februari 2017 yang lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) tahun 2016 dan penyampaian program tahun 2017. Dari hasil evaluasi, Kabupaten Kediri mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik 1 dalam Pencapaian Jumlah Peserta KB MKJP ( Metode Kontrasepsi Jangka Panjang ) tertinggi kategori Kabupaten.

DSC 0079

Selama tahun 2016 telah dilayani sebanyak 11.697 akseptor KB MKJP yang terdiri dari akseptor implant, IUD / spiral dan steril baik steril pria maupun wanita. Kabupaten terbaik 2 dan 3 dicapai oleh Kabupaten Malang dan Kabupaten Jember.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan penghargaan kepada Kabupaten / kota dengan pengelolaan Kampung KB terbaik. Penghargaan dari Gubernur Provinsi Jawa Timur ini diserahkan oleh Asisten 1 Provinsi Jawa Timur.

2017-03-04-PHOTO-00000069

Keberhasilan Kabupaten Kediri dalam pelayanan KB MKJP adalah wujud dari dukungan dan komitmen Ibu Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dalam program Keluarga Berencana. Kebijakan Bupati dalam program KB berupa anggaran dan regulasi merupakan kekuatan di Kabupaten Kediri.

Prestasi ini juga merupakan kerja sama dari seluruh mitra Dinas P2KBP3A yang terdiri dari Dinas Kesehatan beserta jajarannya, Tim penggerak PKK, Kodim 0809, Camat , para kader, petugas penyuluh KB di lapangan, Rumah sakit serta organisasi profesi IDI dan IBI.

DSC 0029

KB MKJP merupakan cara ber-KB yang efektif karena tingkat kegagalannya yang kecil. Dengan KB MKJP, diharapkan kelahiran di Kabupaten Kediri bisa diturunkan. Berbagai program yang telah dikerjakan untuk meningkatkan akseptor MKJP adalah penggerakan akseptor oleh para kader dan mitra KB, serta pelayanan KB yang berkualitas oleh tenaga kesehatan dokter dan bidan di Puskesmas, klinik KB dan rumah sakit. Pelayanan KB MKJP gratis diadakan dalam kegiatan Safari KB Kesehatan sebanyak 4 kali dalam setahun.

Pelayanan KB mobile bersama dengan Dinas Kesehatan dan IBI bagi masyarakat miskin juga dilakukan di wilayah yang membutuhkan. Pelayanan KB mobile diminati oleh masyarakat karena dekat dengan tempat tinggal.

1

Pengayoman kepada akseptor dalam setiap pelayanan berupa pengayoman terhadap efek samping/kegagalan yang dianggarkan dalam APBD Kabupaten Kediri, memberikan rasa percaya dari masyarakat terhadap pelayanan KB.

Pada tahun 2016 Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Yayasan Cipta Cara Padu melaksanakan advokasi ke desa untuk meningkatkan pencapaian KB MKJP dengan cara memberikan fasilitasi bagi kader untuk menggerakkan calon akseptor melalui Tim KB desa. Kegiatan tim KB desa adalah mengajak pasangan usia subur yang ingin menunda anak atau tidak ingin punya anak lagi untuk ikut KB MKJP. Kegiatan tim KB desa ini menggunakan dana yang ada di desa.

Dukungan dari para kader di desa, petugas penyuluh KB, Camat, PKK, Danramil mampu menggerakkan 11.000 lebih akseptor KB MKJP untuk dilayani oleh dokter dan bidan yang ada di Puskesmas, klinik KB maupun rumah sakit. Partnering to win, KB milik bersama ini mampu menghantar Kabupaten Kediri memperoleh penghargaan ini.

DSC 0084

Hal ini terlihat dari Safari KB yang dilaksanakan Dinas P2KBP3A pada Sabtu (4/3) di RSUD Pare. Didampingi penyuluh KB dan Babinsa, sebanyak 171 perempuan dari wilayah se-Kabupaten Kediri mendaftarkan diri untuk mendapatkan pelayanan Metode Operatif Wanita (MOW) atau steril. Dengan tertib, mereka mengantri untuk mendapatkan pelayanan.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para akseptor KB. Selain menerima pelayanan dengan sukarela, sadar dan dengan kemauan sendiri, calon peserta harus memenuhi persyaratan kesehatan, artinya tidak ditemukan adanya hambatan atau kontraindikasi untuk menjalani kontrasepsi.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Kediri Dra. Wuryandari Josep, M.Si melalui Kabid Pelayanan dan Pembinaan KB dr. Nurwulan Andadari mengungkapkan, animo masyarakat untuk mendapatkan pelayanan MOW kali ini cukup besar. “Dari target peserta 120 orang, terdapat 171 akseptor yang mendaftar. Namun setelah discreening, dari jumlah tersebut lolos 169 akseptor,” terang dr. Andadari.

DSC 0043

Untuk tahun 2017, target akseptor untuk MOW adalah 600 akseptor. “Dengan menggelar pelayanan MOW ini diharapkan angka drop out pemakaian KB akan semakin kecil karena ini sudah merupakan metode yang mantab,” lanjutnya.

Untuk lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap MOW, pendampingan pasca pelayanan juga terus dilakukan. Jadi apabila ada keluhan atau komplikasi, para petugas di lapangan dapat segera melaporkan dan merujuk ke rumah sakit terdekat, sehingga akseptor KB tersebut dapat segera ditangani. (Kominfo)