Sabtu, 22 Juli 2017

Pengembangan Wisata Kuliner Desa Medowo

Desa Medowo tidak asing lagi di telinga kita, seperti anak panah, melesat jauh ssrreeetttt… sungguh kemajuan yang sangat cepat di segala sektor. Pengembangan demi pengembangan dan penggalian potensi desa, baik yang sudah ada maupun yang belum terkesplor terus dilakukan.

kuliner 3

Melihat peluang bisnis untuk menambah income keluarga disambut baik oleh warga, dibuktikan banyaknya bermunculan warung-warung kuliner yang menyediakan makanan khas wong ndeso. Terutama di pengembangan obyek wisata.

Pengembangan usaha warung kuliner bisa juga kita jumpai di sepanjang jalur protokol pintu masuk Desa Medowo tepatnya 100 M sebelum gapura Desa Medowo. Di wilayah hutan jati tersebut saat ini sedang dibangun sekitar 30 warung kuliner dari 2 desa yaitu Desa Banaran dan Desa Medowo. Orang biasa menyebut jalur protokol ini dengan sebutan Jalan Pengajaran atau Jalan Medowo.

kuliner 2

Sholikin yang dipercaya sebagai penata warung kuliner dan juga sebagai salah satu petugas dari Perhutani Kabupaten Kediri mengatakan hanya ingin memanfaatkan peluang yang ada. “Warung kuliner ini untuk menunjang Desa Medowo menjadi Desa Wisata, jadi sebelum masuk ke Desa Medowo para wisatawan sudah disuguhkan dengan berbagai macam masakan,” kata Sholikin.

Diharapkan dengan adanya warung-warung di jalur protokol ini dapat menunjang perekonomian warga sekitar. “Disamping warung yang menyediakan masakan khas ndeso, kami juga memberikan fasilitas umum seperti mushola, kamar mandi/wc, untuk arena bermain akan kita bangun gazebo, sewa APV, Flying Fox, berkuda, olahraga panahan, hammock juga arena menembak, tambah Sholikin.

kuliner 1

Kepala Desa Medowo Sujarwo membenarkan adanya pengembangan usaha kuliner, saya hanya meneruskan hasil musyawarah dengan Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, supaya bisa mengembangkan wisata kuliner dengan memanfaatkan lahan yang memang sudah ada demi untuk menambah kesejahteraan warga baik Desa Medowo maupun Desa Banaran. Pada tahun 1965 tempat ini adalah Pasar Tejo karena letaknya di Dusun Margotejo.

Kita bekerjasama dengan Perum Perhutani dan semua yang berjualan kuliner di jalur protocol Medowo. Untuk akses jalan supaya tidak macet, kami sudah membuka area parkir, di sepanjang jalan diperlebar sekitar 2M pada bahu kiri dan kanan jalan. Semua ini tidak mengganggu atau merusak hutan jati yang ada. Didukung dengan nuansa yang sejuk, udara sepoi-sepoi, disesuaikan juga arena untuk selfi. Jadi harapan kedepannya sebutan untuk Desa Medowo sebagai Desa Wisata terlengkap sudah terpenuhi. Jelas Sujarwo.

kuliner 4

Eko Prayitno sebagai satu-satunya chef warung nasgor di Desa Medowo saat ditemui Tim Kominfo (8/2) mengatakan saya juga ikut buka cabang nasgor di jalur protocol Medowo. Saya juga sangat berterima kasih atas kesediaan Ibu Bupati Kediri dr. Hj .Haryanti Sutrisno, yang telah mampir dan merasakan masakan saya. Beliau juga memberi wejangan untuk kemajuan usaha nasgor ini. Untuk cipta rasa dan menu sudah bagus dan harus ditambah lagi yang lebih menarik," kata Eko sambil memperlihatkan foto bersama Ibu Bupati Kediri. (Kominfo).