Kamis, 27 April 2017
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Perempuan Cerdas, Kreatif dan Inovatif Desa Tertek Pare

Kesadaran pemberdayaan perempuan di Desa tertek Kecamatan Pare layak diacungi jempol.
pemberdayaan perempuan tertek 1Melalui kelompok perempuan di desa ini, posyandu yang awalnya hanya terkesan kegiatan rutin saja, berubah menjadi program pemberdayaan perempuan terbaik di Kabupaten Kediri.
 
Bidan Desa Tertek Dotik Sukismi menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan diawali dengan merubah mindset masyarakat bahwa kegiatan posyandu adalah kegiatan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Karena selama ini pemahaman masyarakat terhadap posyandu adalah kegiatan pemerintah desa dengan puskesmas, sehingga kesannya masyarakat tidak perlu terlibat aktif.
 
Sebelum ke masyarakat, perubahan mindset dilakukan secara internal, yakni terhadap para kader, karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ketika kader sudah sama visi dan misi berarti ada konsekuensi yang ditanggung oleh kader. Kader bertanggung jawab untuk mendata masyarakat, mengumpulkan masyarakat pada jadwal yang telah disepakati termasuk juga masalah pendanaan. Perlahan, masyarakat pun memahami bahwa kegiatan posyandu bukan milik perorangan atau beberapa pihak, namun milik bersama dan menjadi tanggung jawab bersama pula.
pemberdayaan perempuan tertek 2“Melalui kelompok perempuan ini, dibentuklah sandiah atau arisan berhadiah yang dikelola dengan cukup baik” jelas Dotik. Arisan ini sama saja dengan arisan pada umumnya, hanya waktu yang diperpanjang hingga tiga puluh (30) bulan.
 
Pada awal arisan ini, dimulai dari kader dulu, 1 kader wajib mengikuti 10 arisan dengan nilai masing-masing Rp. 10 ribu. Kewajiban mengikuti 10 arisan ini bisa digunakan kader tersebut atau dengan mengajak anggota kelompok kader itu sendiri. Dari total 500 anggota, maka terkumpul uang arisan sebesar Rp. 5 juta setiap bulannya, dimana uang tersebut akan dipinjamkan kepada anggota kelompok kader.
pemberdayaan perempuan tertek 3“Dengan melihat jumlah yang cukup besar, maka kami membuat AD/ART berapa persen untuk masyarakat, berapa persen untuk kader sendiri dan berapa persen dana sosial, dimana salah satunya untuk pemberian makanan tambahan bagi posyandu”, lanjut Dotik.
 
Konsep pun berubah ketika anggota sandiah bertambah hingga berjumlah 2.800 peserta dan terkumpul uang sebesar Rp. 28 juta tiap bulannya. Bagi hasil adalah konsep yang diterapkan. Jika dulu peminjaman digunakan untuk pengrajin gula, sekarang lebih banyak ke UKM. Dicontohkan yang paling banyak adalah untuk pembuat tahu tempe, penjualan sayur mayur di rumah, rempeyek, krupuk jepit dan lain sebagainya. (Kominfo)