Kamis, 20 Juli 2017

Satpol PP Tertibkan PK5 Eks PMI Pare

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri melaksanakan operasi ketertiban PK5 dan operasi cendikia, Rabu (1/2). Berangkat pukul 09:00 WIB dari kantor Pemda Kabupaten Kediri para penegak perda ini dibagi 2 wilayah yaitu wilayah Kecamatan Papar untuk operasi cendikia dan wilayah Kecamatan Kunjang serta Pare untuk Opskib PK 5.

Satpol 2
Sesampai di Desa Kunjang Kidul, Kecamatan Kunjang Satpol PP langsung menyasar ke warung yang sudah tidak terpakai. Warung tersebut milik Suyono yang dulunya untuk berdagang es tebu. Karena warung tersebut berada di bahu jalan langsung dibongkar oleh Satpol PP disaksikan oleh sang pemilik.

Setelah selesai membongkar warung tersebut, rombongan bergerak ke Pasar Kunjang. Kabid Penegakan Perda, Susanto, SP. memberikan arahan dan peringatan kepada pedagang buah agar tidak berjualan di bahu jalan karena bisa mengganggu lalu lintas dan menimbulkan kemacetan.

Tidak berhenti disitu saja, operasi dilanjutkan ke Simpang Kunjang, ditemui jasa tukang kunci yang tetap membandel buka lapak disitu. Parno pemilik jasa tukang kunci tersebut juga diperingatkan agar pindah mencari tempat yang lebih aman, karena sangat berbahaya tertabrak kendaraan yang lalu lalang.

IMG-20170201-WA0001
Setelah dari Kunjang operasi diteruskan menuju Kecamatan Pare. Dari informasi yang diterima Satpol PP, di area PK5 eks Kantor PMI, terdapat salah satu warung yang menjual minuman keras (miras) illegal. Secara tegas miras-miras tak berijin tersebut disita dengan disaksikan oleh Sekcam Pare, Edi Subiyakto dan Kepala Dusun Cangkring Pelem Pare, Bambang Widodo.

Satpol 1
Susanto, SP Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Kediri mengatakan pedagang kaki lima boleh berjualan di pinggir jalan asalkan sesuai dengan aturan, yaitu 11 meter dari As (tengah) jalan. Tujuannya agar tidak mengganggu para pengguna jalan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, ditegaskan sudah tidak ada toleransi lagi untuk penjual miras.

“Apalagi berjualan di tanah pemerintah, selain itu miras dapat merusak para pemuda dan menimbulkan tindak kejahatan. Harapan saya para PK5 yang sudah ditertibkan dan diberi surat peringatan agar bisa lebih tertib lagi dalam mencari nafkah. Pemerintah tidak pernah melarang warga untuk berjualan asalkan sesuai dengan peraturan yang ada," tegas Susanto. (Kominfo)

Add comment


Security code
Refresh