Rabu, 20 September 2017

Hitam Putih Yang Jadi Primadona Desa Medowo

Berdasarkan hasil Orientasi Lapangan Tm Kelompok 3 Jurnalistik Angkatan IV Tahun 2016, ketika melakukan wawancara pada tanggal 06 Desember 2016 kepada Bu Agus, salah satu pemilik peternakan Sapi Perah di Dusun Ringinagung Desa Medowo Kecamatan Kandangan yang memiliki 10 ekor sapi perah.

Bu Agus mengatakan "Jenis Sapi Perah yang saya pelihara adalah jenis Fresien Holstein (FH) sejumlah 2 ekor dan Sapi Perah silangan FH dan Simental sejumlah 8 ekor."

Untuk jenis Sapi FH menghasilkan susu lebih banyak dibanding dengan Sapi Perah silangan Simental. Satu ekor Sapi Perah FH biasanya menghasilkan 30 – 40 liter susu per hari sedangkan satu ekor Sapi hasil silangan Simental menghasilkan 29 liter susu per hari. Terang Bu Agus

TERNAK MEDOWO1 4

Proses pemerahan sapi perah dilakukan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada waktu pagi pukul 05.00 dan sore pukul 14.30. Hasil pemerahan susu pada pagi hari akan lebih banyak dari pada hasil pemerahan sore hari. Imbuh Bu Agus.

Untuk pelaksanaan pemerahan susu pada Sapi Perah diperlukan beberapa persiapan agar hasil produksi dan kesehatan sapi bisa terjaga maksimal. Jelas Bu Agus.

Sebelum dilakukan pemerasan susu, terlebih dahulu kandang harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. Selanjutnya sapi dimandikan dan mengelap ambing dan puting sapi dengan air hangat untuk mempermudah pengeluaran susu dan untuk membersihkan dari kuman sehingga jadi lebih steril. Tambah Bu Agus.

TERNAK MEDOWO1 1

Untuk mempermudah pemerahan ekor dan kaki sapi diikat dengan tali agar tidak membahayakan pemerah. Barulah proses pemerahan dilakukan dengan mengurut puting sapi secara pelan dan lembut dari atas kebawah sampai tidak mengeluarkan susu lagi.

Susu ditampung di sebuah wadah susu atau Milkcain kemudian dimasukan ke tangki susu dan segera mungkin susu hasil perahan disetorkan ke penampungan susu (cooling unit).

Setelah dari peternak Sapi Perah selanjutnya Tim Jurnalistik Kelompok 3 berkunjung ke salah satu Tempat Penampungan Susu (Cooling Unit Susu) di Dusun Ringinagung dan melakukan wawancara dengan beberapa orang.

Wawancara pertama dengan Bapak Sudarmanto, yaitu petugas KUD Kertajaya Kandangan yang bertugas memeriksa kualitas susu yang disetor oleh para peternak. Beliau sudah bekerja selama kurang lebih 20 tahun di Cooling Unit Susu Ringinagung.

TERNAK MEDOWO1 5

Kualitas susu yang diperiksa di Cooling ini meliputi beberapa uji pemeriksaan. Antara lain Uji Alkohol. Kadar alkohol 76% dicampurkan susu dengan perbandingan 1:1, jika susu menggumpal maka indikasi susu tersebut rusak dan jika tidak berubah maka susu tersebut normal. Tutur Sudarmanto.

Setelah susu lolos Tes Alkohol selanjutnya dilakukan Tes Berat Jenis (BJ) dengan alat Lactodensi. Untuk Tes BJ susu tidak boleh kurang dari 1.023 pada pagi hari dan kurang 1.022 pada sore hari.

Semakin tinggi BJ kualitas susunya semakin bagus, apabila BJ kurang standar yang ditentukan maka susu akan dikembalikan. BJ susu rendah dikarenakan adanya indikasi campuran cairan lain. Terang Sudarmanto.

Selain itu KUD juga tidak akan menerima susu yang terkena residu Antibiotik, sehingga apabila ada Sapi Perah yang sakit dan harus melakukan pengobatan antibiotik maka susunya tidak boleh disetor. Jika susu tersebut mengandung residu Antibiotik maka akan ditolak Pabrik Susu Nestle. Tambah Sudarmanto.

Selanjutnya tim juga melakukan wawancara kepada Mas Heru, salah satu petugas di penampungan susu yang pagi harinya juga bekerja di KUD Kertajaya Kandangan. Berdasarkan penjelasan Mas Heru, setelah selesai pelaksanaan pemeriksaan, susu ditimbang untuk selanjutnya dimasukan kedalam Cooling Unit.

TERNAK MEDOWO1 3

Suhu Cooling Unit harus kurang dari 3.6 derajat Celcius agar bakteri tidak berkembang. Selanjutnya susu akan dikirim ke Pabrik Susu Nestle di daerah Kejayan Pasuruan. Pengiriman susu dilaksanakan pada pukul 03.00 dini hari setiap harinya. Tutur Heru.

Sugiyanto Ketua KUD Kertajaya Kandangan saat diwawancarai Tim di rumahnya di Dusun Ringinagung mengatakan selain pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas KUD susu juga diperiksa oleh Pabrik Susu Nestle.

TERNAK MEDOWO6

Seperti tes kadar lemak susu Pabrik Susu Nestle melakukan 3 kali dalam 1 bulan. Tidak itu saja mereka juga sering melakukan pemeriksaan dadakan baik ke peternak langsung.

Mereka melihat kebersihan kandang, kesehatan sapi dan pemerahan dan penampungan oleh peternak. Semua ini dilakukan untuk menjaga kualitas susu yang diproduksi. Peternak akan menerima hasil penjualan susu yang disetor ke KUD selama satu bulan pada tiap tanggal 11. Terang Sugiyanto.

Sebetulnya selama ini KUD juga berpikir untuk melakukan pengolahan sendiri hasil susunya untuk dijadikan bahan makanan seperti Keju, Yoghurt, Permen Susu atau yang lainnya akan tetapi peternak masih terkendala untuk fasilitas pengolahan dan penjualan hasil produksi. Tambah Sugiyanto.

Peternak berharap Pemerintah Kabupaten Kediri berkenan dapat memberikan sarana dan prasarana pengolahan susu guna mewujudkan impian warga tersebut.

Apalagi saat ini Desa Medowo juga ditetapkan sebagai Desa Wisata. Untuk itu kami segenap peternak Sapi Perah siap mendukung dan menopang Desa Wisata Medowo. Tutur Sugiyanto.

Dengan semangat kerja keras, sopan santun, keramahan, guyub rukun warga serta ditunjang dengan keindahan alamnya desa ini layak menjadi Destinasi Wisata Edukasi Unggulan di Kabupaten Kediri.

Kelompok 3 Pelatihan Jurnalistik Angkatan IV Tahun 2016

1. Ketua Dewi Mariya Ulfa Fatayat NU Ds.Jambean Kec.Kras

2. Anton Prastyo GP Ansor Ds.Katang Kec.Ngasem

3. Much. Nur Kholis GP Ansor Ds.Sonorejo Kec.Grogol

4. Abdul Muntholib GP Ansor Ds.Batuaji Kec.Ringinrejo

5. Nur Wedia Devi Rahmawati Fatayat NU Ds.Selosari Kec. Kandat

6. Siti Zulaikha Fatayat NU Ds.Tanon Kec.Papar

7. Anna Mar’athus Sholikah Fatayat NU Ds.Dawuhan Kec.Purwoasri

8. Ali Imron GP Ansor Ds.Krecek Kec.Badas

9. Moh. Ilham Ainun Najib GP Ansor Ds. Semen Kec.Semen

10. Agus Salim GP Ansor Ds.Badal Kec.Ngadiluwih

11. Desy Eka Hariani Fatayat NU Ds.Bakalan Kec.Grogol

12. M.Ikhwan Yusuf

13. M. Taofik GP Ansor Ds.Nanggungan Kec.Kayen Kidul