Selasa, 25 Juli 2017

Sampah Menjadi Berkah

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Kediri sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah persampahan di Kabupaten Kediri. Mulai dari penataan tempat-tempat pembuangan sampah sampai pembuatan daur ulang sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

sampah1

Selain itu DKP Kabupaten Kediri juga meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang baik dan benar melalui sosialisasi maupun orientasi lapang ke daerah yang sudah mampu dan berhasil mengelola sampah secara optimal dan menguntungkan.

Baru-baru ini tepatnya Rabu16 Nopember 2016 DKP Kabupaten Kediri  mengajak Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) study banding ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Kelompok Swadaya Masyarakat yang mengikuti studi banding di TPST Malang terdiri dari masyarakat Desa Paron, Turus, dan Ngebrak sebanyak 40 peserta. Study banding ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bagaimana memanfaatkan sampah menjadi berkah. 

Dalam studi banding tersebut para peserta diberikan wawasan untuk ikut berpikir bersama dan partisipasi aktif tentang penanganan masalah sampah. Mulai dari managemen sampah yang baik sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang baru dalam pengelolaan sampah.

sampah2

Supardi  Ketua TPST Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang mengatakan “Jika kita bicara masalah sampah, ini adalah masalah sosial, jika kita berpikir masalah bisnis sebuah TPST juga tidak akan berhasil, untuk itu harus benar orang-orang yang peduli masalah lingkungan”.

Jika pengelolaan dan managemen sampah dilakukan dengan baik, ini akan menjadi berkah bagi masyarakat yang peduli dengan lingkungan. Setidaknya bisa ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah dalam menjaga kebersihan dan pengurangan angka pengangguran. Ungkap Supardi.

“Seperti halnya disini, selain lingkungan bersih, kami juga mampu menyerap tenaga kerja dari warga yang kurang mampu hingga 80 orang dengan gaji mencapai 1jt hingga 1,7 juta rupiah per bulan”. Terang Supardi 

Saat ini TPST Mulyoagung sudah mampu menampung sampah dari sekitar 9.000 rumah tangga dengan volume sampah 2 ton per hari.

sampah3

Dari jumlah tersebut yang mampu dikelola menjadi lapak benih jual  49 persen, pupuk organik 39 persen dan hanya 12 persen sampah yang tidak bisa dikelola. Tambah Supardi dengan bangga.

Penulis : Estin Widyaningsih

Karang Taruna Desa Paron

Pelatihan Jurnalistik Angkatan ke 3 Tahun 2016