Kamis, 17 Agustus 2017

Sambal Pecel Gopeng

IMG-20160621-WA0016Tidak ada yang menyangka jika Agus Ariyanto (51), pemilik UKM Sambal Pecel Khas Kediri dengan merk “Gopeng” dulunya adalah seorang bankir. Pahit manis dunia perbankan sudah pernah dia rasakan, mulai dari Bank Duta, Bank Ratu hingga sebuah BPR di Blitar pernah ia tangani.

“Dulu saya kerja formal, Sejak tahun 1988 itu saya kerja jadi karyawan bank di Jakarta, kemudian saya pindah-pindah bank sampai tahun 2005. Pada tahun 2006, saya mulai jadi wiraswastawan, saya buka toko ATK, fotocopy, rental komputer di Jalan Penanggungan dan itu keluar duitnya, saya juga tidak menyangka,” Kata Agus.

Agus melanjutkan kisahnya, pada tahun 2007 rekan-rekan kerjanya di perbankan mulai menggodanya untuk menjadi bankir lagi karena melihat skill dan ilmu yang dimilikinya. Akhirnya dia dilamar untuk menjadi direksi di sebuah BPR di Wlingi Blitar.

“Karena saya kena kredit macet, saya batal menjadi direktur dan turun jabatan menjadi kepala bagian. Pada tahun 2008, BPR cabang yang di Malang butuh direksi baru karena dirutnya keluar, akhirnya saya dipindah ke Malang. Pada tahun 2012, saya berfikir kalau kerja di bank terus itu capek, akhirnya saya melirik usaha lain” Urai Agus.

IMG-20160621-WA0011Ditanya terkait kisah memulai usaha Sambal Pecel, Agus menceritakan berawal dari mengamati tetangganya yang berjualan nasi pecel di dekat rumahnya.

“Saya melihat di samping rumah Ibu saya itu berjualan nasi pecel, terus beli sambalnya itu di Ibu saya. Saya melihat penjual nasi pecel itu kok rumahnya bagus? Akhirnya naluri saya muncul, saya berfikir kira-kira jualan sambal pecel hasilnya lumayan,” Kata Agus

Berawal dari pengamatannya itu, di Tahun 2012 Agus memberanikan diri untuk berjualan sambal pecel. Dia memesan sambal pecel sebanyak 4 Kg kepada ibunya. selama 3 bulan berjualan, sambal pecelnya tidak laku sama sekali.

“Ternyata jualan itu tidak gampang, pada waktu itu saya tidak menyerah, akhirnya saya bersama teman direksi BPR mencoba kemasan baru, akhirnya muncul kemasan seperti lontong itu. Ternyata dengan merubah kemasan itu mempengaruhi penjualan,” Urai Agus.

Saat lebaran tahun 2013, Agus mulai menawarkan sambal pecel ke toko-toko di Kediri, sambal pecelnya ditolak semua karena belum memiliki izin PIRT. Hanya ada satu toko yang mau menerima sambal pecelnya, selama 2 minggu sebelum lebaran Agus berhasil menjual sambal pecel seharga 1.750.000 rupiah

IMG-20160621-WA0010“Saya sangat senang sekali. Karena keberhasilan itu, pada tahun 2014 saya memberanikan diri resign dari BPR, gaji lumayan, fasilitas mobil saya tinggal, pada awalnya sangat berat, tetapi saya tidak boleh menyerah. Intinya jualan itu tidak boleh gengsi, harus berani menertawakan diri sendiri, harus berani menertawakan produk kita,” Imbuh Agus.

Setelah mengurus PIRT di Dinas Kesehatan, Agus mulai menawarkan sambal pecelnya di toko-toko dan pusat oleh-oleh di Kediri.

“Saya kirim sambal pecel di Pusat Oleh-Oleh GTT Ngasem, saya diberi tahu oleh pemilik GTT agar gabung di Paguyuban UKM Kelud Mandiri, ternyata benar setelah bergabung saya memiliki banyak teman pelaku UKM untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Setelah itu saya diajak pameran tingkat kecamatan, ikut bazaar keliling di Koperindag, hingga akhirnya saya bisa menjadi pengurus CTH Kediri raya,”

Dengan kemasannya yang unik seperti lontong, menjadikan sambal pecel Gopeng semakin terkenal karena menjadi bahan guyonan konsumen khususnya ibu-ibu.

IMG-20160621-WA0015“Omzet hari biasa 7 kwintal per bulan, saya memiliki target 2 ton. Kalau bulan puasa bisa lebih dari 1 ton,” Kata Agus.

Keistimewaan Sambel Pecel Gopeng selain kemasannya yang unik seperti lontong adalah semua bahan yang dipakai merupakan bahan pilihan yang berkualitas, kacang dan cabai berkualitas. Cara mengolahnya juga berkualitas, oleh karena itu harganya agak mahal dengan target pasarnya adalah kalangan menengah ke atas.

“Kami hanya memiliki satu kemasan berbentuk lontong, ukuran 200 gram dengan harga 14.000,” Kata Agus.

Saat ini Sambal Pecel Gopeng sudah merambah Jember, Batu, Pasuruan, Probolinggo, Malang, Yogyakarta dan Tangerang. Agus Gopeng berpesan kepada para pemula di dunia UKM agar lebih “endhel”, tulus dan murah senyum

“Intinya harus berani melangkah, fokus, jaga kualitas, maka produk itu akan terkenal dengan sendirinya,” Pungkasnya. (kominfo).

Sambal Pecel Gopeng
Alamat : Dusun Sukorejo Desa Wonorejo Kecamatan Wates
Hp : 081 249 513 15

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM