Kamis, 17 Agustus 2017

Permen Tape “Sinar Jaya”, Tembus Pusat Oleh-Oleh di Bali

permen tape 4Apakah Anda sudah pernah menikmati permen tape? Jika belum, Anda bisa mengunjungi UKM Sinar Jaya Mandiri di Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Rasanya yang manis dan sedikit asam serta teksturnya yang lunak dan lumer di mulut akan membuat Anda ketagihan untuk mencobanya.

Usaha permen tape “Sinar Jaya” didirikan oleh pasangan suami istri Hj. Fatimah dan H. Abdullah Sugiono pada tahun 1980. Awalnya di Desa Rembang Ngadiluwih ada 5 orang yang memulai usaha permen tape, tetapi saat ini hanya “Sinar Jaya” milik mereka berdua yang masih bertahan. Mereka mencoba-coba meracik bahan-bahan permen tape secara otodidak hingga menemukan racikan yang pas.

permen tape 3“Dulu di tahun 1980 saya dan suami memulai membuat permen tape dengan modal gula 5 kg dan tape, dulu saya sendiri yang memarut kelapa, “ngudek” hingga mengemasnya. Saya dan suami mencoba-coba hingga menemukan rasa permen tape yang enak dan pas. Jika saya ditanya tentang komposisi pembuatan permen tape saya tidak akan jelaskan karena itu rahasia perusahaan” Kata Fatimah.

Selama 36 tahun menjalani usaha permen tape, usahanya tidak selalu lancar. Kadang sepi dan kadang ramai. Dulu dia sendiri yang menjual permen tape ke tetangganya sedangkan suaminya “nyales” ke toko-toko.

“Dulu saya gendong pakai “Rinjing”, saya jual ke tetangga. Kemudian suami saya “Nyales” ke toko-toko dan pasar. Alhamdulillah sekarang pemasaran dibantu oleh anak saya. Setelah lulus kuliah, anak saya kerja di Bank dengan gaji 3 juta. Menurut saya gaji itu tidak akan cukup untuk menafkahi keluarga dan 2 orang anaknya. Akhirnya saya suruh keluar dan mulai “Nyales” Permen Tape ini,” terang Fatimah.

permen tape 2Akhirnya Budi Asmoro SE, anak dari Ibu Fatimah keluar dari tempat kerjanya dan mulai memasarkan permen tape “Sinar Jaya”. Dulu Budi memakai sepeda motor mencoba memasarkan Permen Tape ke Toko dan Pusat Oleh-Oleh di Batu, Malang tetapi belum laku. Tetapi Budi tidak menyerah dia mencoba hingga ke Tuban, Pasuruan dan Yogyakarta untuk memasarkan permen tapenya.

Hasilnya sekarang Budi tidak perlu “nyales” lagi, sekarang Dia sudah memiliki pelanggan tetap di Seluruh Jawa Timur, Jawa Tengah, Bandung bahkan sampai ke Bali.

“Tiga tahun yang lalu, produk kami dibawa oleh Kantor Penanaman Modal Kabupaten Kediri yang mengikuti pameran UMKM di Bali. Ternyata pengusaha pusat oleh-oleh di Bali tertarik dan meminta sampel untuk dites mulai dari rasa dan daya tahannya. Alhamdulillah sekarang kami rutin mengirim ke Bali setiap bulannya sekitar 12 kardus besar,” Kata Budi.

permen tape batanganMenurut Budi, Keistimewaan Permen Tape Sinar Jaya milik orang tuanya adalah komposisi racikan bahan-bahannya sangat pas sehingga menghasilkan rasa yang enak, selain itu produknya juga tahan lama.

“Kami menggunakan bahan pilihan, Kemasan kami juga sudah modern serta kami cantumkan tanggal kadaluwarsa dan PIRT dari dinkes,” Terang Budi.

Sekarang ini, UKM Sinar Jaya menghabiskan 2 kwintal gula, 300 butir kelapa dan 1 kwintal tape setiap harinya. Dengan dibantu oleh 20 orang karyawan Permen tape yang sudah jadi tersebut dikemas menjadi beberapa jenis. Ada yang per bungkus isi 6 buah untuk jajanan anak-anak, kemasan 300 gram untuk oleh-oleh dan kemasan 350 gram untuk dihidangkan saat hari raya.

Bagi Anda yang ingin menikmati Permen Tape “Sinar Jaya”, Anda bisa ke Desa rembang Kecamatan Ngadiluwih atau bisa menghubungi Budi Asmoro, SE di nomer 081259955910, 085736601801.

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM