SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL (SHK)

SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL (SHK)

JANGAN SALAH PAHAM, ANEMIA BUKAN DARAH RENDAH!

Puskesmas Sambi Ajak Masyarakat Mengenali Perbedaan Anemia dan Tekanan Darah Rendah

Anemia masih sering disalahartikan sebagai darah rendah oleh masyarakat. Padahal, anemia dan tekanan darah rendah merupakan dua kondisi kesehatan yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar masyarakat dapat mengenali gejala, melakukan pemeriksaan yang tepat, serta mendapatkan penanganan sesuai penyebabnya.

Melalui edukasi kesehatan ini, Puskesmas Sambi mengajak masyarakat untuk lebih memahami apa itu anemia, bagaimana perbedaannya dengan tekanan darah rendah, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia.

Apa Itu Anemia?

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal sesuai usia, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis seseorang. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Salah satu penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi. Namun, anemia juga dapat disebabkan oleh kekurangan zat gizi tertentu, perdarahan, penyakit kronis, maupun kondisi kesehatan lainnya.

Seseorang yang mengalami anemia dapat merasakan gejala berupa tubuh mudah lelah, lemas, pucat, pusing, sakit kepala, jantung berdebar, dan sesak napas pada kondisi tertentu. Meski demikian, anemia ringan terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Lalu, Apa yang Dimaksud dengan Darah Rendah?

Darah rendah yang dimaksud dalam kehidupan sehari-hari biasanya merujuk pada tekanan darah rendah atau hipotensi. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah berada di bawah kisaran normal, terutama apabila disertai gejala atau menyebabkan aliran darah ke organ tubuh tidak mencukupi.

Gejala tekanan darah rendah dapat berupa pusing, pandangan berkunang-kunang, tubuh terasa lemas, mual, hingga pingsan. Keluhan dapat muncul, misalnya, ketika seseorang berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring.

Anemia dan Darah Rendah, Apa Bedanya?

Perbedaan utama keduanya terletak pada hal yang diperiksa. Anemia berkaitan dengan kadar hemoglobin dalam darah, sedangkan tekanan darah rendah berkaitan dengan tekanan darah di dalam pembuluh darah.

Keduanya dapat menimbulkan keluhan yang mirip, seperti pusing dan lemas. Namun, seseorang yang mengalami anemia belum tentu memiliki tekanan darah rendah. Sebaliknya, seseorang dengan tekanan darah rendah belum tentu mengalami anemia. Kedua kondisi tersebut juga dapat terjadi secara bersamaan.

Oleh karena itu, pusing atau lemas tidak selalu berarti anemia maupun tekanan darah rendah. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan secara tepat.

Bagaimana Cara Memastikan Anemia?

Anemia tidak dapat dipastikan hanya melalui pengukuran tekanan darah. Pemeriksaan kadar hemoglobin melalui tes darah diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis anemia. Sementara itu, tekanan darah diperiksa menggunakan alat pengukur tekanan darah.

Apabila ditemukan anemia, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. Masyarakat diimbau untuk tidak mendiagnosis diri sendiri atau mengonsumsi suplemen zat besi tanpa anjuran tenaga kesehatan.

Tips Mencegah Anemia

Puskesmas Sambi mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna membantu mencegah anemia, khususnya anemia akibat kekurangan zat besi.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Konsumsi makanan bergizi seimbang. Pilih makanan sumber zat besi, seperti daging, ikan, ayam, telur, dan kacang-kacangan.

  2. Lengkapi asupan vitamin C. Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dari makanan.

  3. Konsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran. Remaja putri dan ibu hamil perlu mengikuti anjuran konsumsi Tablet Tambah Darah sesuai program kesehatan dan petunjuk tenaga kesehatan.

  4. Lakukan pemeriksaan kesehatan. Segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan jika mengalami lemas berkepanjangan, pucat, mudah lelah, atau pusing berulang.

  5. Hindari konsumsi suplemen sembarangan. Penggunaan suplemen zat besi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kenali Perbedaannya, Jangan Abaikan Gejalanya!

Melalui edukasi kesehatan ini, Puskesmas Sambi berharap masyarakat semakin memahami bahwa anemia bukanlah hal yang sama dengan tekanan darah rendah. Pengetahuan yang benar menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Apabila mengalami keluhan yang berulang atau berkepanjangan, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Ingat, anemia bukan darah rendah! Kenali perbedaannya, jaga asupan gizi, dan lakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Puskesmas Sambi
Bersama Mewujudkan Masyarakat yang Sehat dan Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.