Saturday, 15 August 2020

DKPP Periksa Sapi Perah dari Penyakit Brucellosis dan Antraks

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak, khususnya sapi perah di seluruh sentra peternakan, (12/3). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyakit brucellosis atau keguguran hewan yang dapat menular kepada manusia serta penyakit sapi gila atau antraks.

sapi 1

Tim DKPP melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi perah milik para peternak di kawasan Jugo Kecamatan Mojo. Petugas mengambil sampling darah sapi untuk dilakukan uji preparat ulas darah di lokasi serta dibawa ke laboratorium milik DKPP untuk diteliti.

Apabila ditemukan darah sapi positif penyakit menular tersebut, pihak DKPP akan mengirimkan hasilnya ke balai besar veteriner Wates Yogjayakarta guna penelitian lebih komprehensif. Namun dari pemeriksaan pada dua wilayah kecamatan yakni Plosoklaten dan Mojo dinyatakan bebas antraks.

drh. Tri Wahyuningsih, Kasi Penyidikan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan DKPP Kabupaten Kediri mengatakan, Kabupaten Kediri menjadi daerah endemik brucellosis.

“Penyakit keguguran pada sapi ini biasanya terjadi pada usia kebuntingan 6 bulan ke atas dan dapat menular pada manusia. “Untuk itu, selain melakukan surveilans penyakit brucellosis, kita juga melakukan vaksinasi,” terangnya.

sapi 2

Pemeriksaan kesehatan pada sapi perah ini disambut gembira oleh para peternak karena bisa mengetahui penyakit sapi sejak dini serta cara mengobatinya. Mereka berharap kegiatan itu dilaksanakan berkesinambungan.

Dalam pemeriksaan kesehatan hewan ternak, DKPP juga memberikan obat-obatan dan vitamin. Sementara itu untuk mencegah terjangkitinya penyakit brucellosis, peternak diimbau untuk selalu menjaga kebersihan kandang serta hewan peliharaannya. (Kominfo/ng,tee,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner