Saturday, 15 August 2020

Situs Kuno Ditemukan Saat Gali Tanah Untuk Kolam Renang

Struktur batu bata kuno, yang kemudian digali lebih dalam lagi berupa petirtaan ini pertama kali ditemukan oleh Kepala Dusun Kebungagung Desa Brumbung Kecamatan Kepung bernama Mohammad Sulton sekaligus pemilik lahan. Penemuan yang sempat menggemparkan warga sekitar tersebut terjadi pada hari Jum'at tanggal 3 Juli 2020.

situs 1

Awalnya di atas tanah 700 M² ini akan dikembangkan wisata Kali Tempur Watu Tulis yang sudah ada terlebih dahulu. Karena disini sumber airnya sangat jernih dan melimpah, saya berencana membuat kolam renang anak-anak untuk mendukung wisata tersebut agar semakin ramai,” katanya, (22/7/20).

Baru menggali sekitar setengah meter sudah nampak batu-batu besar. Kami masih belum sadar dan tetap menggalinya, kemudian batu bata tersebut kami ambil. Ketika batu bata dipindahkan, di bawahnya terlihat struktur bangunan mirip candi. Semakin digali lebih dalam, semakin terlihat struktur bangunan yang tertata rapi. Setelah diperhatikan batu bata yang diangkat tadi motifnya seperti batu bata kuno,” lanjut Sulton.

Karena diduga obyek cagar budaya, Sulton lalu memberitahukan penemuan ini kepada Kades Brumbung, Siti Nurhanik. Oleh Kades Brumbung, diteruskan ke Juwito, Juru Pelihara Cagar Budaya Brumbung. Juwito meneruskan laporan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri yang langsung menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi.

situs 2

Ditemui saat berada di lokasi temuan, Yuli Marwantoko, S.E., M.M., Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menjelaskan bahwa setelah dicek di lokasi, struktur bangunan itu diduga obyek cagar budaya berupa patirtan, tempat bersuci.

"Dugaan sementara situs obyek cagar budaya berupa petirtaan ini adalah peninggalan Raja Kediri Baweswara dari Kerajaan Kadiri pada abad 12 dan Kerajaan Majapahit Abad 14," pungkas Yuli. (Kominfo/lks,dn,tee,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner