Sunday, 20 October 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

BPCB Trowulan Sarankan Candi Adan-Adan Jadi Museum Kebencanaan

Situs Candi Adan-Adan bisa dimanfaatkan sebagai wahana wisata museum kebencanaan. Artinya Situs Candi Adan-Adan di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, nantinya bisa dikembangkan sebagai wahana edukasi tentang bagaimana belajar menghadapi dan mempersiapkan diri terhadap bencana yang ada.

bpcb 1

Demikian diungkapkan Andi M. Said, Kepala BPCB Trowulan Jawa Timur, saat memberikan pandangan bagaimana sebaiknya pengelolaan Situs Candi Adan-Adan kedepan. Dirinya berpendapat, masyarakat Kediri bermukim di wilayah rawan bencana Gunung Kelud yang memiliki rentang waktu tertentu meletus.

“Sehingga adanya Candi Adan-Adan ini menjadi pembelajaran tentang mitigasi bencana letusan Gunung Kelud. Bahwa candi yang besar ini, dimana denah luasan candi induknya saja dipastikan berukuran 28 x 28 meter, belum dinding luarnya berjarak 100 meter, yang sudah pasti dibuat dengan pemikiran dan persiapan mendalam, nyatanya bisa terkubur dalam tanah setinggi 4 meter,” papar pria berkacamata ini.

“Padahal yang namanya candi atau bangunan suci, posisinya pasti telah direncanakan di lokasi yang tidak terkena bencana. Misal Candi Adan-Adan ini posisinya sudah benar, mereka paham geologi dengan meletakkan candi berada di jauh dari sungai lahar. Tapi kenyataannya telah kita buktikan sendiri,” jelasnya pada insan media, (12/7).

bpcb 2

“Oleh karena itu, lewat situs ini kita bisa melihat dan mempelajari pentingnya mitigasi bencana. Nantinya museum ini akan membuat data pembelajaran mitigasi kita terhadap Kelud menjadi menyeluruh," ujarnya.

“Misal dari lapisan tanahnya seperti dipaparkan arkeolog, bisa diprediksi berapa kali terjadi letusan sangat dasyat sehingga lapisan tanahnya begitu tebal. Seperti dalam temuan saat penggalian sampai 11 lapisan berbeda tanahnya. Ada yang sampai 40 cm. Berarti bila candi ini dibangun abad 12, artinya baru berusia 9 abad ada 11 letusan luar biasa yang memiliki dampak bencana yang luar biasa hingga mengubur peradaban,” tuturnya.

“Ini bisa dan sudah ada yang meelaksanakan. Misal yang terdekat di Merapi. Kalau internasional ya di Pompey dan Yaman. Museum kebencanaan bisa membuat diferensiasi destinasi wisata. Masyarakat sekitar senang karena mendapat manfaat ekonomi wisata, dan terpenting menjadi lebih cerdas dalam melakukan mitigasi bencana letusan Kelud,” pungkasnya. (Kominfo/yda,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner