Wednesday, 16 October 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Sapu Sabut Kelapa, Bertahan di Era Milenial Dengan Menjaga kualitas

sapu 1

Di era milenial seperti saat ini, sapu berbahan dari sabut kelapa ternyata masih mendapat tempat di hati konsumen. Sapu ini kehadirannya ternyata sanggup melawan dominasi sapu buatan pabrik yang terkenal lebih murah. Nun, sapu sabut kelapa masih bertahan karena dikenal kuat dan awet daripada sapu buatan pabrik.

Seperti halnya di Desa Payaman, Kecamatan Plemahan. Masih terdapat sekitar 30 pengrajin sapu sabut kelapa yang bertahan karena terus menjaga standar kualitas. Sehingga produknya dapat bersaing di pasar dan masih dicari pembeli hingga hari ini.

Salah satunya adalah Darmaji, pengrajin sapu sabut kelapa yang telah menekuni usaha ini sejak 30 tahun yang lalu. Dirinya bercerita bahwa setiap bulan memproduksi 200 sapu. Kesemuanya dikerjakan bersama istri dan kedua anaknya.

sapu 2

“Dulu yang mengajari bapak saya. Jadi membuat sapu ini pekerjaan sehari-hari selain beternak sapi sampai sekarang. Dalam sebulan kami membuat 200 sapu. Dikerjakan sama istri dan kedua putri saya yang kini semua sudah berkeluarga,” jelasnya kepada Kominfo (2/7).

Ditambahkan oleh Darmaji, semua sapu buatannya tidak sulit untuk dipasarkan. Karena sudah diambil pembeli tetap setiap akhir bulan. Harga jual dari sapu ijuk ini dihargai oleh Darmaji Rp.6.500,- per buah.

Selama 30 tahun dirinya berkarya, belum pernah terjadi sapu buatannya kembali karena retur rusak atau cacat. Hal ini karena dirinya disiplin dalam menjaga kualitas produk sapunya. Baginya pembeli harus puas dan senang dengan produk buatannya.

sapu 3

“Bahan sabut kelapa saya pilih yang baik dan diproses dengan benar. Mungkin akan sedikit lebih lama. Namun kualitas sapu menjadi lebih kuat dan awet. Hingga kini belum pernah ada yang complain soal sapu saya,” tambahnya. (Kominfo/yda,team,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM

banner