Rabu, 29 Maret 2017
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

“Pesona Rupiah” dari Sampah Plastik bagi warga Desa Ngebrak Kec. Gampengrejo

Sampah menjadi permasalahan bersama khususnya sampah plastik, sampah yang membutuhkan waktu 500- 1000 tahun untuk bisa terurai, hal ini bila dibiarkan akan menjadi permasalahan bagi lingkungan sekitar.

sampah 1

Fath Erfan Zulia warga Desa Ngebrak Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri melihat fenomena sampah plastik ini untuk  menghasilkan uang yaitu dengan cara mengolahnya menjadi cacahan plastic dan nantinya diolah menjadi biji plasti untuk didaur ulang.

Fath Erfan Zulia yaitu Pemuda Lulusan Magister Manajemen di Universitas Islam Kadiri (UNISKA) dan juga Sarjana Universitas terkenal di Yogyakarta (UII)  ini tidak malu atau risih bergulat dengan sampah. Baginya samapah plastik adalah peluang besar untuk usaha, dengan sampah plastik ini paling tidak dia bisa memperkerjakan 20 orang warga Ngebrak dan sekitarnya dan menggajinya setiap hari minggu, dan ini sangat membantu perekonomian warga sekitar.

Ibu Suliyem (45) sudah 4 tahun bekerja ditempat pengolahan sampah plastic ini, tugasnya setiap hari memilah jenis plastic yang akan di giling, mulai dari botol bekas air mineral maupun jenis plastic yang lain dengan sistem borongan, dari kerja disini dia bisa menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi di Surabaya. “kalau jenis botol air mineral ini yang paling mahal,  perkilonya bisa sampai Rp. 800,- upahnya” Katanya.

sampah 7

Selain itu, seringkali tempat pengolahan samapah plastic ini menjadi bahan rujukan bagi mahasiswa untuk mengadakan penelitian, baik  penelitian Mata Kuliah kewirausahaan maupun penelitian analisis dampak lingkungan, dan dengan senang hati mas Erfan selalu mendampingi kegiatan adik-adik mahasiswa tersebut. Salah satunya kemarin barusan dari STAI Badrus Sholeh Purwoasri Kediri yang datang mengadakan penilitian yang merupakan tugas dari dosennya.

Pengolahan sampah plastik ini dikelompokan berdasar jenis plastik dan warnanya, dan tidak semua plastik bisa didaur ulang, karena mengandung zat berbahaya seperti racun atau zat kimia lainya. ada sekitar 15 jenis samapah plastik yang dapat diaur ulang, seperti Acrylic yang produk daur ulangnya  seperti toples, tatakan /tutup gelas, HD Ember yang produk daur ulangnya seperti Centong, tempat sabun dan pring,

sampah 4

PVC Selang produk daur ulangnya seperti Sandal/Sepatu boot dan lain sebagainya. Sehingga pemilihan sampah plastik ini benar-benar butuh ketelitian dan kesabaran, dan para pekerjapun kebanyak ibu-ibu sedang bapak-bapak untuk pekerjaan yang agak berat, seperti proses penggilingan dan angkat-angkat sampah plastik dan proses penjemuran.

Hasil proses dari penggilingan sampah plastik ini disetorkan ke perusahan biji plastik yang ada di Surabaya dan Solo “Kami sering kali kekurangan bahan baku sampah plastik, hampir pengepul di Kediri dan sekitarnya kami ambil, karena memang permintaan dari perusahaan sangat besar.”ujar Fath erfan.

Dari usaha penggilingan sampah plastik  ini, omset setiap bulanya bisa menghasilkan 30 Juta rupiah dan uang tersebut akan terus berputar untuk operasional perusahaan, dan untuk membeli aset baik kendaraan, maupun untuk pemeliharaan mesin dan gaji karyawan.

sampah 6

Lebih lanjut erfan mengatakan bahwa fenomena lulus sekolah terus menganggur atau hanya menunggu balasan dari lamaran pekerjaan sambil berdiam diri atau hanya cangkruan sudah seharusnya mulai ditinggalkan, dan mulailah melihat alam sekitar kita, karena peluang bisnis itu ada salah satunya adalah sampah dan peluang bisnis sampah plastik ini masih sangat besar, baik menjadi pengepul, maupun untuk proses pengolahannya, selama masih ada kehidupan ketergantungan sama plastik masih ada, atau dari samapah lainnya baik kertas, besi maupun sampah organik, tinggal bagaimana kita mengolahnya agar tidak merusak lingkungan.

“Rizki sudah ada yang menentukan yaitu Allah SWT, jadi kenapa harus takut tersaingi kalau ada yang melakukan usaha sejenis, justru ini akan menjadi sumber pahala bagi kita, selama kita bisa bermanfaat magi yang lainya, itulah sebaik-baik manusia” katanya dengan bijaksana.

sampah 3

Penulis:

Nurus Shofa

Dsn. Kolak Utara Ds. Wonorejo Kec. Ngadiluwih

Jurnalistik angkatan ke 4