Jumat, 22 September 2017

Maknyuuss… Telor Asin Dan Telor Asap Lestari Bu Siti Fatimah

Telor asin adalah salah satu lauk yang digemari oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan telor asin cocok untuk menjadi pendamping di hampir setiap makanan. Bisa menjadi lauk di soto (ayam atau daging), rawon, nasi pecel, nasi rames dan berbagai makanan lainnya.

telor asin1

Alasan itulah yang membuat Siti Fatimah tertarik untuk menekuni usaha produksi telor asin. Bermula pada tahun 2007 silam, usaha Siti Fatimah ini diberi nama Telor Asin dan Telor Asap Lestari yang beralamatkan di Desa Dawung Kecamatan Ringinrejo.

Kepada Tim Kominfo Rabu (3/2) Siti Fatimah menjelaskan, dalam satu hari dirinya mampu memproduksi 400 hingga 500 telor asin. Sedangkan untuk telor asap, hanya sekitar 100 butir telur saja. Hal tersebut dikarenakan proses pembuatan telor asap sedikit lama dan sulit.

“Dalam proses pembuatan telor asin ada beberapa tahapan. Yang pertama adalah pencucian yang memakan waktu 2 jam. Lalu masuk pada proses pengasinan selama 2 jam. Setelah pengasinan tahapan selanjutnya adalah pembersihan telor selama 2 jam. Terakhir adalah proses masak telor, dengan estimasi waktu selama 4 jam.” Jelas Siti.

Setelah rangkaian proses tersebut selesai, telor asin dikemas rapi dan diberi cap stempel dan siap untuk dipasarkan. Pemasaran telor asin Lestari ini meliputi Kediri Raya dan sekitarnya. Pernah beberapa kali mendapat pesanan ke DKI Jakarta.

“Sebenarnya usaha telor asin ini adalah usaha keluarga saya. Keluarga saya mengelola usaha bebek ini dari hulu hingga ke hilirnya dan saat ini kami punya sekitar 1000 ekor bebek lebih. Nah saya kedapatan bagian untuk usaha telor bebek yang saya olah menjadi telor asap dan telor asin ini.” Terang Siti.

“Untuk bebek jantan, diarahkan oleh saudara saya untuk dikembangkan sebagai bebek potong dan langsung dijual. Sedangkan bebek betina dikembangkan untuk diambil telornya. Dan jika sudah afkir, dijual untuk diambil dagingnya.” Tambah ibu satu anak ini.

telor asin2

Untuk telor asap Lestari ini berbeda dengan telor asin. Proses pembuatannya juga berbeda, karena diperlukan pengasapan yang cukup lama. Rasa dan tampilannya juga berbeda. Kuning telornya berwarna oranye ke merah-merahan.

Untuk rasanya, telor asap Lestari lebih masir (medi dan berminyak). Sehingga lebih sedap dilidah. Daya tahan telor asap Lestari lebih tahan lama. Jika telor asin biasa hanya tahan 2 minggu, telor asap Lestari mampu bertahan sekitar 1,5 bulan.

Jika anda penyuka telor asin dan telor asap, anda tak perlu susah untuk mendapatkannya. Anda bisa datang langsung di rumah Siti Fatimah di Desa Dawung Kecamatan Ringinrejo. Atau anda bisa melakukan pemesanan dengan menghubungi Siti Fatimah di nomor 085790777099. (Kominfo)

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM