Jumat, 26 Mei 2017
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Batik Suminar Pelopor Batik Khas Kabupaten Kediri

Pelopor Batik 1Bila anda sedang berada di Kabupaten Kediri dan berpikir tentang oleh-oleh khas Bumi Panji Kediri selain olahan makanan, cobalah mampir di Desa Sekoto, Kecamatan Badas. Terdapat sebuah kampung sentra industri kecil batik tulis yang layak masuk list agenda perjalanan anda.

Adalah Batik Suminar namanya. Batik tulis dengan khas motif Kediri ini biasanya memiliki motif yang menggambarkan beberapa beberapa lokasi wisata dan potensi yang ada di Kabupaten Kediri. Satu yang menjadi ciri khas adalah dalam setiap karyanya selalu terdapat motif bulatan-bulatan kecil.

Suminarwati, Pemilik usaha Batik Suminar, yang ditemui Kominfo di showroomnya ‘Joglo Suminar Batik Ndeso’ Selasa(24/11), mengatakan bahwa usaha ini berangkat dari kecintaanya akan batik dan keprihatinan akan belum adanya batik khas Kabupaten Kediri.

“Sejak kecil saya menyukai batik. Lalu tahun 1992 saya sudah mulai usaha jual batik. Berbagai batik dari Batik Solo, Jogja, Papua, Madura semua dilayani. Lalu muncul keprihatinan kok tidak ada batik khas Kabupaten Kediri. Lalu saya berinisiatif menciptakan Batik sebagai ciri khas daerah.” Tutur ibu tiga anak ini.

Dirinya lalu melacak semua literature batik mengenai keberadaan Batik Kediri. Namun Pelopor Batik 2pelacakannya berakhir buntu. Hingga akhirnya dirinya memutuskan membuat motif sendiri terhadap Batik Kediri. “waktu itu batik motif pertama adalah Batik Simpang Lima Gumul.” Kenang Suminar.

Menjadi menarik dalam usaha Batik Suminar ini adalah tenaga pembatik yang digunakan para ibu-ibu buruh tani yang tinggal disekitar rumahnya. Awal usahanya, tenaga kerja batik Suminar hanya sebanyak dua orang kini sudah berkembang menjadi 34 karyawan yang turut serta mengerjakan usaha ini.

“34 karyawan ini sebagian besar Buruh Tani Brambang. Jadi pagi hari mereka ke sawah, siang membatik di sini, lalu sore ke sawah lagi. Harapannya usaha ini mampu memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan wanita di sekitar Sekoto.” Kata Suminar.

Suminar kembali menuturkan, tidak menyangka motif khas Kediri kreasinya disukai oleh pelanggan. Kini sedikitnya 600 lembar batik setiap bulan siap dijual di workshopnya. Terlebih sejak Batik Indonesia diakui sebagai warisan budaya dunia oleh PBB menjadi salah satu perkembangan Batik Kediri semakin eksis.

“Batik Indonesia sudah diakui dan disahkan secara resmi menjadi Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Ini mendorong perkembangan kami.” Tambah Suminar.

Suminar menekankan selalu menjaga mutu dan kualitas dalam setiap produknya. Dari prinsip Pelopor Batik 3inilah usahanya terus berkembang. Kini pemasaran produknya sudah mencapai Jakarta, Sumatera dan Kalimantan.

Dirinya juga dibantu sang anak dalam mengembangkan usaha ini. Selain melalui enam outlet yang ada di Kediri juga pemasaran dilakukannya melalui online. “Anak saya membantu pemasaran via online. Alhamdulillah bagus. Seperti hari ini juga ada pengiriman ke Riau.” Jelas ibu 60 tahun ini.

Kendati sudah bisa dikatakan sukses, suminar tetap semangat dalam berkarya. Selain telah menghasilkan batik motif SLG, Tagline "Kediri Lagi", Jajar Legowo, Cengkeh, Mega Mendung, Jaranan, Bekicot dirinya masih terus mengembangkan beberapa motif lagi.

“Seperti sekarang untuk mengangkat Profil Desa Sekoto Kecamatan Badas, saya sedang mendesain motif TEPAS. Yang berarti Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Sengaja saya munculkan untuk mengenang Desa Sekoto yang kebetulan menjadi Tempat Pembuangan Sampah Kabupaten Kediri.” Kata Suminar. (Kominfo).

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM