TP-PKK Kediri Jadikan Ramadan Momentum Meneguhkan Sabar dan Syukur

KEDIRI – Rasa syukur dan kesabaran menjadi pesan utama dalam kegiatan Pondok Ramadan yang diselenggarakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kediri di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (26/2). 

Mengusung tema “Menakar Sabar, Mengukir Syukur”, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ketakwaan di tengah berbagai ujian kehidupan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito melalui Ketua Pokja I Dyah Saktiana menyampaikan, Pondok Ramadan merupakan program yang linier dengan agenda nasional dalam peningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi Pokja I TP-PKK Kabupaten Kediri.

19502667869a0f16067062

Menurutnya, kegiatan tersebut sempat vakum saat pandemi Covid-19 dan hanya dapat dilaksanakan secara daring. Namun seiring kondisi yang kembali normal, Pondok Ramadan kini dapat digelar kembali secara tatap muka.

“Waktu itu kita tetap diminta mengadakan Pondok Ramadan meskipun secara daring. Alhamdulillah sekarang sudah normal dan bisa dilaksanakan langsung seperti ini,” ujarnya.

Dyah menekankan, tema yang diangkat sangat relevan khususnya bagi perempuan dan para ibu sebagai pengurus rumah tangga. Menurutnya, peran tersebut merupakan berkah sekaligus ujian yang membutuhkan kesabaran.

“Kenapa berkah? Karena kita diberi kesempatan oleh Allah untuk menata keluarga. Tetapi juga menjadi ujian karena mengatur rumah tangga dari bangun tidur hingga kembali beristirahat membutuhkan kesabaran yang luar biasa,” ungkapnya.

69a0f0abb7713

Ia menambahkan, melalui materi tentang sabar dan syukur, diharapkan masyarakat mampu menerima setiap keadaan dengan hati lapang. Apapun yang terjadi, baik menyenangkan maupun tidak, hendaknya dihadapi dengan kesabaran dan rasa syukur agar menjadi keberkahan dalam kehidupan.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai elemen, mulai dari masyarakat desa se-Kabupaten Kediri, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita, ASN dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kediri, hingga warga sekitar pendopo.

Sementara itu, penceramah yang mengisi tausiyah, Moh Latif Qohari, mengajak jamaah menanamkan sifat sabar dan syukur tidak hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam hati dan perbuatan.

 

“Sabar itu lisannya tidak mengeluh, hatinya tidak menggerutu, dan tetap bertakwa meskipun dalam keadaan sulit. Itulah kadar sabar dan cara kita mengukir syukur dalam diri,” pungkasnya.

Melalui Pondok Ramadan ini, TP-PKK Kabupaten Kediri berharap nilai sabar dan syukur tidak hanya menjadi tema seremonial, tetapi benar-benar terpatri dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.