KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus memperkuat sektor ekonomi produktif masyarakat melalui pembekalan keterampilan usaha.
Salah satunya diwujudkan lewat bimbingan teknis (bimtek) manajemen ternak kambing bagi warga Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kamis (12/2), sebagai bagian dukungan terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri.
Plt. Kepala DKPP Kabupaten Kediri melalui Kepala Bidang Peternakan Istar Abadi, mengatakan kegiatan yang digelar di Balai Dusun Jatirejo tersebut diikuti warga yang selama ini mengembangkan usaha ternak kambing skala rumah tangga.
Melalui bimtek ini, peserta mendapatkan pembekalan pengelolaan usaha peternakan secara terpadu, mulai dari aspek produksi, kesehatan ternak, hingga pemasaran hasil.
Menurutnya, peternakan kambing merupakan usaha rakyat yang memiliki prospek cukup cerah apabila dikelola secara efisien dan berkelanjutan. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi daging kambing dan domba nasional periode 2023–2027 diproyeksikan meningkat sekitar 2,62 persen dan masih dalam kondisi surplus, bahkan pada 2026 diperkirakan mencapai 39,43 ribu ton.
“Potensi tersebut perlu dimanfaatkan oleh peternak daerah melalui penerapan manajemen usaha yang baik, termasuk pengendalian biaya produksi dan peningkatan produktivitas ternak,” ujarnya.
Dalam bimtek tersebut, peserta juga mendapatkan materi teknis mengenai manajemen kandang, seperti pemilihan lokasi kandang yang kering, pengaturan ventilasi dan pencahayaan, serta kepadatan ternak sesuai standar. Model kandang panggung dianjurkan karena dinilai mampu menjaga kebersihan sekaligus kesehatan ternak.
Selain itu, DKPP Kabupaten Kediri menekankan pentingnya manajemen pakan. Hijauan menjadi pakan utama kambing dengan kebutuhan sekitar 10 persen dari bobot badan, sedangkan konsentrat diberikan sebagai pakan tambahan. Ketersediaan air minum sepanjang waktu juga menjadi perhatian utama.
"Potensi pakan lokal di sekitar Desa Gadungan, seperti rumput lapang, rumput gajah, daun lamtoro, turi, sengon, jerami padi, hingga limbah pertanian dan perkebunan, dinilai mampu mendukung usaha peternakan kambing secara berkelanjutan. Bahan-bahan tersebut bahkan dapat diolah, termasuk melalui fermentasi, agar lebih awet dan bernutrisi tinggi," tambahnya.
Tak hanya aspek teknis, bimtek ini juga membahas manajemen kesehatan ternak, reproduksi, pengelolaan limbah ternak, serta pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran hasil peternakan.
Sementara itu, salah satu peserta, Sunarno, warga Dusun Sumber Bahagia, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi peternak kambing rakyat. Ia menilai materi yang diberikan mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam usaha ternak yang dijalankannya.
“Selama ini kami beternak seadanya. Dari pelatihan ini kami jadi lebih paham cara mengatur pakan, kandang, dan kesehatan kambing agar lebih produktif. Harapannya usaha ternak kami bisa berkembang dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kediri berharap kemampuan peternak kambing semakin meningkat sehingga dapat mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa sekaligus menyukseskan tujuan TMMD dalam meningkatkan kesejahteraan warga.