Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar Workshop Online Seri ke-3 Tahun 2026 untuk mendorong tumbuhnya wirausaha kreatif sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Workshop yang disiarkan secara virtual melalui YouTube Pemkab Kediri ini membekali pelaku UMKM dengan keterampilan membuat buket dan strategi mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha yang menghasilkan omzet.
Kreativitas merangkai buket kini menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan. Selain rangkaian bunga, buket juga bisa dibuat menggunakan uang, makanan ringan (snack), hingga berbagai barang lain sesuai kebutuhan dan permintaan konsumen.
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri Santoso melalui Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha, A. Denny Setyawan, mengatakan usaha buket memiliki peluang pasar yang cukup luas karena dibutuhkan untuk berbagai keperluan dan momen spesial.
“Permintaan buket untuk berbagai momen, seperti wisuda, kelulusan, ulang tahun, Hari Valentine, hingga pernikahan, menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM,” ungkapnya, Rabu (21/10).
Melalui tema “Menata Buket Merangkai Omzet”, peserta diharapkan tidak juga memahami aspek bisnis, mulai dari menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, menjaga kualitas produk, hingga memanfaatkan media sosial untuk promosi.
Narasumber workshop, Lathifah Khoirunnisa, membagikan pengalamannya merintis usaha buket sejak 2021. Berawal dari belajar secara online, ia terus mengasah keterampilannya hingga mampu mengembangkan usaha yang berlokasi di Dusun Sumberjo, Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.
“Berawal dari belajar secara online, terus mengembangkan keterampilannya dalam membuat berbagai produk kreatif sesuai permintaan pelanggan,” jelasnya.
Kini, usaha Lathifah tidak hanya melayani pembuatan buket, tetapi juga menyediakan parcel, mahar pernikahan, seserahan, dekorasi, hingga papan bunga akrilik. Ragam produk tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam.
Harga produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp30 ribu hingga jutaan rupiah, bergantung pada jenis, ukuran, bahan, dan kebutuhan pelanggan. Variasi produk serta harga tersebut menjadi salah satu cara untuk menjangkau pasar yang lebih luas.