Diasuh Nenek Sejak Kecil, Saskia Kini Mengejar Mimpi Jadi Reporter di SMA Dharma Wanita 1 Pare

Keterbatasan hidup tidak menyurutkan langkah Saskia Intan Safira untuk mengejar cita-cita. Siswa baru SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School itu ingin menjadi reporter terkenal.

Sejak kecil, Saskia hidup sebatang kara dan diasuh oleh neneknya. Meski tumbuh dalam kondisi penuh keterbatasan, ia tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Kini, kesempatan itu terbuka setelah Saskia diterima sebagai salah satu dari 99 siswa angkatan ke-4 SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School tahun ajaran 2026/2027.

B6a1e816 Ffc5 496d 8cd6 Dca35ca25f7e

Ia mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan secara gratis melalui program yang dibuka Pemerintah Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF).

“Dari kecil saya ingin menjadi reporter. Saya berharap bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan suatu saat dapat mewujudkan cita-cita saya,” ujar Saskia saat Prosesi Student Inauguration digelar di halaman SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Sabtu (29/8). 

Program SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School memang diperuntukkan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok desil 1 hingga 4.

803101bb 2b90 4751 Baa1 5d1f1886bcb8

Para calon siswa tidak hanya mengikuti seleksi akademik dan nonakademik, tetapi juga melalui survei ke rumah untuk memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Melalui program tersebut, Mas Dhito berupaya memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan melanjutkan cita-cita mereka.

Bagi Saskia, kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

“Semoga saya bisa membanggakan nenek dan membuktikan bahwa saya juga bisa meraih cita-cita,” ungkapnya.