65 Baduta Terima Bantuan Susu, Langkah Mas Dhito Tekan Angka Stunting

Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kediri terus dilakukan sesuai arahan Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito. Salah satunya yakni penyaluran bantuan susu bagi 65 anak usia bawah dua tahun (baduta) pra stunting dan stunting di Kecamatan Pare, Puncu, dan Kepung.

Program tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kediri dalam Aksi #NoStunting di Pendopo Kecamatan Pare, Senin (20/7).

Mewakili Mas Dhito, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menyampaikan bantuan susu diberikan selama 90 hari. Penyalurannya akan dipantau kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader PKK yang juga memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian yang tepat sasaran karena diberikan kepada kelompok masyarakat rentan yang benar-benar membutuhkan dukungan gizi," ujarnya.

Whats App Image 2026 07 20 at 20.35.23 (1)

Berdasarkan hasil Bulan Timbang Balita Februari 2026 yang telah diverifikasi, prevalensi stunting di Kabupaten Kediri mencapai 7,65 persen atau 6.247 balita dari 81.675 balita yang diperiksa.

Sementara itu, prevalensi wasting tercatat 4,74 persen atau 3.869 balita. Angka tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibanding periode sebelumnya, meski intervensi berkelanjutan tetap diperlukan untuk menekan kasus stunting.

Mbak Dewi mengungkapkan, Kecamatan Puncu menjadi wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, yakni 11,15 persen atau 363 balita. Adapun Kecamatan Kandat menjadi yang terendah dengan prevalensi 5,01 persen atau 150 balita.

"Saat ini masih terdapat 60 desa dengan prevalensi stunting dua digit yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih intensif," tambahnya.

Whats App Image 2026 07 20 at 20.35.09 (1)

Wakil Ketua III Baznas Kabupaten Kediri, Mochammad Najib Sa'dulloh, menyampaikan tahun 2026 menjadi tahun kedua. Pada 2025, Baznas telah menyalurkan bantuan kepada 36 anak pra stunting di Kecamatan Ngasem.

"Tahun ini cakupan program diperluas menjadi 65 anak di tiga kecamatan, yakni Pare, Puncu, dan Kepung," pungkasnya.