Seluruh arca ini menjadi koleksi pertama Museum Kabupaten Kediri yang berlokasi di kawasan Sri Aji Jayabaya
Kediri - Setelah dua dekade atau 20 tahun berada di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto, sebanyak 14 arca benda cagar budaya asli Kabupaten Kediri akhirnya resmi kembali ke Bumi Panjalu pada Selasa (17/12).
Seluruh arca ini menjadi koleksi pertama Museum Kabupaten Kediri yang berlokasi di kawasan Sri Aji Jayabaya, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Benda-benda cagar budaya tersebut ditemukan pada Situs Tondowongso pada tahun 2007 dan mulai diekskavasi pada 2009. Untuk menjaga keamanannya, arca-arca ini sebelumnya dititipkan di BPCB Trowulan Mojokerto.
Salah satu dari 14 arca yang menjadi sorotan adalah Arca Siwa Catur Muka—arca berwajah empat yang menggambarkan Dewa Brahma.
Adi Suwignyo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, menyatakan bahwa sebagai bentuk rasa syukur kembalinya arca-arca ini disambut dengan selamatan penyambutan yang disertai pertunjukan wayang krucil dengan lakon “Sang Trisula Wedha” oleh dalang Brodianto alias Ki Brodin.
“Alhamdulillah, sudah kembali lagi ke Bumi Panjalu 14 benda cagar budaya yang selama ini berada di BPCB Trowulan Mojokerto. Sebagai bentuk rasa syukur kita gelar wayang krucil dengan lakon Trisulo Wedha atau kembalinya pusaka Dhaha yang hilang,” jelasnya.
Adi Suwignyo juga menjelaskan bahwa Situs Tondowongso merupakan salah satu situs purbakala paling penting di Kediri. Terletak di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, situs ini menyimpan peninggalan arkeologis berupa struktur bangunan candi dan sejumlah arca kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi.
"Ini langkah awal untuk mengembalikan warisan budaya Kediri yang tersebar di luar daerah. Mulai dari Trowulan hingga Jakarta, bahkan ke luar negeri seperti Belanda. Kami berupaya memulangkan semua peninggalan yang berasal dari Kediri," tegas Adi Suwignyo.
Ke-14 arca ini kini ditempatkan di Museum Kabupaten Kediri di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki fasilitas keamanan memadai, termasuk penjagaan 24 jam oleh Satpol PP.
“Karena museum lama di belakang gedung DPRD sudah tidak cukup menampung koleksi, kami siapkan museum baru. Penataan akan dilakukan lebih profesional, sehingga museum ini bisa menjadi destinasi wisata dan pusat edukasi sejarah," tambahnya.
Nur Miftahul Fuad, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri (Diskominfo), yang turut hadir dalam acara penyambutan, menyampaikan rasa bangganya terhadap peninggalan-peninggalan cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Kediri.
"Sesuai himbauan dari Mas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Kita akan terus berupaya mengembalikan peninggalan cagar budaya yang saat ini masih berada dibeberapa Museum diseluruh Indonesia,” ungkap Nur Miftahul Fuad.
Kembalinya 14 arca ini menandai langkah penting dalam pelestarian dan pemulangan warisan budaya Kabupaten Kediri. Museum baru di Desa Menang diharapkan mampu menjadi pusat pelestarian sejarah, kebanggaan masyarakat Kediri, sekaligus destinasi wisata budaya yang berdaya saing.(By.Dinas Kominfo Kab.Kediri)