Finish Tercepat Berkat Latihan dan Kerja Keras

Desti Sandra Rufita dari Komunitas Jum Jum Runners Kediri menjadi juara pertama KVRR kategori reguler wanita. Persiapannya dalam mengikuti ajang KVRR 2018 adalah dengan berlatih rutin selama satu bulan, mulai dengan long run, ketahanan, dan sedikit belajar tanjakan minimal seminggu tiga kali.

"Berkat kerja keras dan latihan rutin akhirnya saya dapat finish tercepat. Yang pasti saya sangat senang sekali bisa dapat finish di urutan pertama," ungkapnya setelah melewati finish, (23/9).

"Saya sudah dua kali ini ikut KVRR, tahun lalu belum mendapatkan juara dan barulah tahun ini dengan ketekunan akhirnya juara ada di genggaman saya," tambahnya.

female 2

Awalnya dengan langkah stabil dan cenderung santai, baru di kilometer 6 sampai ke 10 tanjakannya begitu terasa. Namun akhirnya ia mampu melintasi tanjakan demi tanjakan.

"Harapannya tahun depan bisa ikut KVRR lagi. Semoga bisa lebih baik lagi dari target waktu yang sekarang ini, dan semoga bisa dapat juara lagi," kata Desti.

"Yang sangat berkesan dari ajang KVRR adalah lokasinya yaitu wisata Gunung Kelud ikon Kabupaten Kediri. Mulai start hingga finish Kelud menyuguhkan pemandangan yang sangat indah. Dan berkat ajang ini pula saya dapat melihat langsung kawah Kelud sejak meletus 13 Pebruari 2014 silam,” terang wanita 31 tahun ini.

female 3

Sementara itu juara kategori pelajar wanita didomonasi oleh pelajar dari Temanggung Jawa Tengah. Dari lima predikat juara yang diambil, tiga besar mampu dibawa pulang ke Temanggung.

Juara pertama diraih oleh Hanifah dengan catatan waktu 01:07:25, kedua Muyunul 01:08:17 dan juara ketiga Faridha 01:05:23. Ketiganya adalah pelajar dari Temanggung

Muyunul mengatakan latihan tanjakan menjadi menu mereka bertiga setiap hari. “Sesampainya di Kelud saya langsung menjajal track disana, ternyata medannya sungguh berbeda masih terjal lintasan KVRR,” ungkapnya.

female 4

Sekali mencoba dan langsung beradaptasi dengan suhu udara dan lintasan kelud. Ini merupakan keiikutsertaan KVRR kami yang pertama, adaptasi memang sangat diperlukan. Harapan saya tahun depan saya mengikuti event ini,” terang siswa kelas 3 SMP ini.

"Kami dari Temanggung menginap di homestay sekitar Gunung Kelud. Di homestay tersebut saya dapat istirahat dengan nyaman dan fresh. Saat bangun pagi kami siap berlari," jelasnya. (Kominfo/lks,all team,tj,wk)