Bebas Jentik dengan Hari Kaget PSN

tengger 1

Usai melakukan pembinaan kader jumantik di Desa Wonocatur Kec. Ngasem, Tim Pembina Kab. Kediri melaksanakan kegiatan serupa di Desa Tengger Kec. Pagu, (1/11). Pembinaan ini merupakan salah satu tahapan dalam penilaian lomba kader jumantik Kab. Kediri tahun 2018.

Menurut Nur Munawaroh dari Dinas Kesehatan, konsep penanggulangan DBD saat ini sudah berubah. Jika dulu mengandalkan kader yang melakukan pemantauan ke tiap rumah, sekarang ada gerakan satu rumah satu jumantik. Artinya tiap rumah harus ada kader jumantik dan harus benar-benar jalan.

tengger 2

“Dengan adanya kader di tiap rumah, diharapkan rutin tiap minggu dilakukan pemeriksaan jentik. Kemudian koordinator jumantik di RT akan melakukan supervisi di lingkungan RTnya dan membina bila ada rumah warga yang masih terdapat jentik,” terangnya.

Tim kemudian melakukan verifikasi administrasi dan kunjungan lapang ke beberapa rumah warga. Hasilnya cukup baik. Tidak ada satu jentik pun di bak maupun penampungan air dari rumah-rumah tersebut. Begitu juga dengan kamar mandi SDN Tengger yang bersih dari jentik nyamuk.

tengger

Menurut salah satu Kader Jumantik Desa Tengger, hal ini tak lepas dari kampanye dan upaya kader selama ini untuk mengajak masyarakat memerangi jentik nyamuk. “Semua berawal dari rasa malu dan prihatin kami karena kasus DBD di Desa Tengger nomor 3 se-Kecamatan Pagu. Akhirnya kami berupaya dan mencari cara agar masyarakat tahu soal kebersihan dan malu jika ada jentik di rumahnya,” terangnya.

Berbagai inovasi pun tercipta, seperti pemanfaatan botol bekas dan sedotan sebagai penanda, dimana sedotan kuning untuk rumah berjentik, dan sedotan hijau untuk yang bebas jentik. Kader pun memberi bendera merah jika di suatu rumah ada ibu hamil dengan resiko tinggi, bendera hijau jika ada balita dan bendera kuning bila terdapat lansia. Sedotan dan bendera tersebut ditaruh dalam botol bekas.

Untuk lebih memaksimalkan pencegahan DBD, tiap hari Sabtu diadakan pemberantasan sarang nyamuk massal dengan sistem undian. “Pelaksanaannya serentak se-RT tapi diundi. RT mana yang akan jadi sasaran PSN ya dari hasil pengundian itu. Banyak warga yang kaget karena tiba-tiba didatangi, kalau masih ada jentik kami himbau untuk segera menguras. Bisa juga dengan ikanisasi. Lama-lama mereka sadar dan rutin memantau sendiri,” terangnya.

tengger 4

Tak bergerak sendiri, para kader jumantik Desa Tengger ini pun mendapat support dari berbagai kalangan. Gerakan basmi jentik serentak atau Hari Kaget PSN selalu melibatkan perangkat desa, Babinsa dan Ketua RT. Karena bagaimanapun, upaya penanganan DBD adalah tugas dan tanggung jawab bersama. (Kominfo/tee,tj,wk)