Monday, 19 August 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Tak Ada Alasan Anak Putus Sekolah

kelas 1

Tahun ajaran baru 2019/2020 telah dimulai. Siswa-siswi SD, SMP dan SMA sederajatnya sejak tanggal 15 Juli 2019 kemarin sudah masuk sekolah seperti biasa. Jalanan yang biasanya sepi karena anak sekolah libur panjang, sejak dua hari ini ramai oleh lalu lalang pelajar berangkat dan pulang sekolah.

Selasa pagi yang cerah (16/7), Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengajar di SMP Bhakti Nusa Kecamatan Plosoklaten. Dalam acara Kelas Inspirasi’ tersebut beliau datang tepat pukul 08.00 WIB dan langsung menuju kelas 7 yang merupakan siswa-siswi baru SMP.

kelas 2

Pertama masuk kelas, Ibu Bupati menyaksikan guru yang mengajar di sekolah tersebut. Saat itu sedang disampaikan materi tentang obyek-obyek wisata di Kabupaten Kediri. Nampak para murid dengan antusias mengikuti dan menjawab setiap pertanyaan dari gurunya.

Begitu mendapat giliran untuk mengajar, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno langsung memberikan pertanyaan kepada 35 anak.

"Ayo, siapa yang bisa menjawab dengan benar akan saya berikan hadiah. Tempat wisata yang terdekat dengan sekolah ini mana? Yang berani menjawab maju kedepan," tanya Bupati.

kelas 3

Dengan cepat dan bersamaan murid tersebut menjawab Wisata Ubalan. Karena jawabannya benar, mereka langsung mendapat hadiah sepatu dari Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

Ditemui usai mengajar di Kelas Inspirasi, Bupati Kediri berpesan kepada siswa baru harus selalu rajin belajar. Untuk menambah motivasi belajar, diberikan juga bantuan seragam bagi sekolah swasta yang hari ini kepala sekolahnya juga diundang kesini.

kelas 4

Saya harap masyarakat bisa memanfaatkan potensi untuk menambah income/penghasilan untuk para siswa. Misalnya daerah yang berlokasi di dekat sentra nanas, bisa diajarkan membuat serat nanas. Karena disini sentra makanan sate, bisa juga diajarkan membuat tusuknya. Dengan demikian tidak ada alasan mereka putus sekolah apa lagi masalah ekonomi. Karena dari hasil membuat serat nanas atau tusuk sate bisa dijual buat tambahan mereka sekolah,” tegasnya. (Kominfo/lks,yda,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner