Monday, 19 August 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Mari Cegah Stunting Sejak Dini

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar sarasehan dan rembuk stunting, (16/7). Acara ini digelar dalam rangka konvergensi percepatan dan penurunan stunting melalui pemanfaatan dana desa dan pemantapan perencanaan persalinan atau KB (Keluarga Berencana).

tertek 1

Rembuk stunting sebelumnya sudah dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Kwaron Kec. Papar dan Desa Dawung Kec Ringinrejo. Pelaksanaan di hari kedua digelar di Desa Tertek Kec. Pare dan di Desa Nambaan Kec. Ringinrejo. Agenda rembuk stunting rencananya dilaksanakan di 10 desa lokus di wilayah Kab. Kediri.

Kegiatan di Balai Desa Tertek dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Kediri, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A), Kepala Puskesmas Sidorejo, perwakilan Kecamatan Pare, TP PKK Kecamatan, Kepala desa, pendamping stunting serta peserta dari ibu hamil, ibu yang mempunyai anak balita serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Tertek.

Acmad Sidiq, S.TP dari Dinkes Kab. Kediri menyampaikan, rembuk stunting digelar di Desa Tertek karena desa ini termasuk lokus stunting dari 10 desa di wilayah Kabupaten Kediri.

tertek 2

“Kami menentukan daerah lokus stunting mengacu pada proses pendataan TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) yaitu berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013, angka kemiskinan, potensi daerah, SDM yang memungkinkan dilakukan intervensi menurunkan stunting, pendidikan dan letak geografis,” jelasnya.

Gencarnya acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat untuk mencegah stunting di periode 1.000 HPK (hari pertama kehidupan), yaitu sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Selanjutnya Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DP2KB3A Kab. Kediri, M. Teguh Budi Hartoyo mengungkapkan, pembentukan Kampung KB bertujuan untuk meningkatkan keikutsertaan KB. “Meningkatnya peserta KB berimbas pada menurunnya angka kelahiran, bisa melahirkan generasi yang berkualitas serta bisa menekan angka stunting,” ungkapnya.

tertek 3

“Dengan adanya KKA (Kartu Kembang Anak) dan KMS (Kartu Menuju Sehat) masa periode 1.000 HPK, gejala stunting sudah bisa dideteksi sejak dini. Jadi sinkronisasi kedua kartu tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan dan meningkatkan kesehatan balita itu sendiri. Dengan kondisi balita yang sehat secara tidak langsung bisa mensejahterakan keluarga,” tambah Teguh.

Bertindak sebagai narasumber, Kepala Puskesmas Sidorejo dr. Dian Novita Sari. Selain itu dipaparkan pula pemanfaatan penganggara dana desa oleh Kabid Pemerintah Desa DPMPD Kab. Kediri, Heru Setiawan, SE, MM. Pada akhir acara juga dilakukan penandatanganan ‘Pernyataan Komitmen Pelaksanaaan Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting' di Desa Tertek Kec. Pare. (Kominfo,dn,tj,wk)

banner