Monday, 19 August 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Kripik Pare, Camilan Kriuk Tanpa Rasa Pahit

pare 1

Desa Pehwetan yang berada di Kecamatan Papar Kabupaten Kediri merupakan salah satu desa yang terkenal dengan sentra kripiknya. Ada kripik rengginang dan kripik pare yang diproduksi oleh warga desa Peh Wetan. Tentunya bagi penikmat jajanan kripik, kurang pas rasanya jika belum mencoba kripik dari pare yang rasanya pahit itu. Namun jangan khawatir, di desa ini pare diolah menjadi camilan kriuk tanpa rasa pahit.

Tanaman pare yang rasanya pahit ini dibudidayakan oleh salah satu warga desa Pehwetan, yaitu Pak Sumijan. Awalnya ia tertarik karena melihat temannya menanam pare dan hasilnya besar-besar. Waktu panen pertama, banyak pare yang tidak lurus atau bengkok, dan tidak laku untuk dijual. Dari sini Pak Sumijan berinisiatif memanfaatkan pare menjadi kripik, tidak hanya dimasak untuk sayur.

pare 2

“Awalnya saya menanam pare ini karena tertarik melihat teman saya yang panen pare berukuran besar, akhirnya saya mencoba menanamnya sendiri. Namun pada saat panen banyak pare yang bengkok atau nggak lurus, itu nggak laku dijual. Akhirnya saya berinisiatif untuk memanfaatkannya agar tidak terbuang dengan mengolahnya menjadi camilan kripik,” ungkapnya.

“Ya awalnya ragu, dikonsumsi keluarga dulu, lama-lama saya pasarkan lewat anak saya yang kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Dan alhamdulillah berjalan sampai sekarang,” kata Pak Sumijan, (30/5).

pare 3

Tanaman pare selain untuk sayur ternyata memiliki manfaat lain, yaitu sebagai obat penderita darah tinggi dan diabet. Jadi bagi penderita darah tinggi dan diabet tidak perlu takut untuk konsumsi sayur ataupun camilan pare. Justru akan menjadi obat herbal ketika mengonsumsinya. Usaha kripik pare pak Sumijan ini sudah berjalan satu tahun, dan pemasarannya sudah sampai di Provinsi Sulawesi. (Kominfo/ftm,team,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM

banner